Spirit Gamelan untuk Peradaban Dunia dalam International Gamelan Festival

Dari kanan ke kiri asisten direktor (Garin Nugroho), Joko S Gombloh (kurator), Hilmar Farid (Dirjen Kebudayaan), FX Hadi Rudyatmo (Walikota Solo), dan Rahayu Supanggah (Director Fest IGF -nomor dua dr kiri) setelah jumpa pers IGF di kompleks Balaikota Solo, Senin (16/7 - 2018)
17 Juli 2018 08:32 WIB Ika Yuniati Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Perhelatan akbar International Gamelan Festival (IGF) digelar di Solo selama sepekan, Kamis (9/8/2018) – Kamis (16/8/2018) mendatang. Hajatan besar yang didukung platform kebudayaan Indonesiana, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, ini akan menghadirkan ratusan pengrawit, puluhan kelompok gamelan dari dalam maupun luar negeri, serta penampilan terbaik para maestro. Sampai saat ini ada 19 kelompok gamelan mancanegara, 46 kelompok gamelan Nusantara, serta 73 dari Solo dan sekitarnya yang ikut ambil bagian dalam acara ini.

Direktur Jenderal Kebudayaan Republik Indonesia Hilmar Farid saat jumpa pers di ruang rapat Kompleks Balaikota Solo, Senin (16/7/2018), mengatakan banyak seniman luar negeri yang mempelajari gamelan. Sekarang saatnya mereka pulang kampung dan memberi kontribusi. Acara ini juga sebagai bentuk pengakuan Solo sebagai porosnya gamelan. Sejumlah nama besar lahir dari kota ini sebut saja sang maestro gamelan Rahayu Supanggah.

Lebih luas lagi festival ini, kata Hilmar, sebenarnya menjadi ruang interaksi para pelaku budaya. Dari acara ini diharapkan muncul diskusi baru, silaturahmi, dan kontribusi secara akademis maupun estetis dalam menyegarkan pengetahuan, memajukan kebudayaan. Serta memikirkan kembali perspektif sumbangan kultur gamelan bagi kemanusiaan dan peradaban dunia masa kini maupun masa depan. “Sudah waktunya orang yang belajar datang lagi ke sini. Belajar langsung dari jantungnya gamelan yang ada di sini,” kata Hilmar.

Inggris

Gagasan festival ini salah satunya berawal dari acara serupa di Inggris tahun lalu. Hilmar mengatakan saat itu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar International Gamelan Festival (IGF) di London dan Glasgow.

Jumpa pers, Senin, juga dihadiri para kurator di antaranya Rahayu Supanggah, sineas dan budayawan Garin Nugroho, serta Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo. Supanggah dalam kesempatan itu mengatakan konsep gamelan yang ditampilkan dalam festival ini sangat beragam. Mulai karya klasik, kontemporer, dan berbagai bentuk perkembangannya. Salah satu karya besar yang bakal dipentaskan adalah gendhing Ketawang Puspawarna yang pernah diputar di luar angkasa oleh National Aeronautics and Space Administration (NASA).

Seperti diberitakan sebelumnya, IGF 2018 mengundang para pelaku gamelan dan peneliti dari berbagai daerah. Menyoal soal kultur hingga lokus kehidupan gamelan di Nusantara serta diasporanya hingga ke berbagai negara seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Australia. Keikutsertaan para seniman dan peneliti diharapkan mampu mempromosikan sekaligus menumbuhkan minat para pelajar, kaum muda, pelaku seni, akademisi, dan masyarakat umum untuk melestarikan serta mengembangkan gamelan.

Tak hanya konser gamelan, acara juga akan diisi diskusi, peluncuran buku, pameran, hingga pemutaran film tentang gamelan. Serangkaian festival digelar di beberapa titik strategis Kota Solo seperti Benteng Vastenburg, ISI Solo, Jalan Slamet Riyadi, Balaikota Solo, Bentara Budaya, Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), dan beberapa tempat lain. Acara ini juga didukung dengan pentas serentak di beberapa daerah seperti Sragen, Boyolali, Karanganyar, Sukoharjo, Wonogiri, dan Blora.

Tokopedia