21 Rumah Warga Kenteng Semanggi Harus Dibongkar Agustus

Kondisi hunian sementara (huntara) di Kampung Kenteng RT 004/RW 007 Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Senin (16/7 - 2018). (Solopos/Mariyana Ricky P.D.)
17 Juli 2018 13:20 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Sebanyak 21 hunian sementara (huntara) warga Kampung Kenteng RW 007, Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, harus pindah pada Agustus mendatang. Puluhan rumah itu terkena penataan Kawasan Semanggi Paket I.

Total jumlah huntara di Kelurahan Semanggi yang nantinya harus pindah sebenarnya ada 77 unit. Sebanyak 21 huntara ada di RW 007 dan sisanya sebanyak 56 unit berada di RW 023.

Tokopedia

Koordinator Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Solo, Cornelius Tri Cahyo, mengatakan saat ini penataan baru menyasar RW 007. Pekerjaan dilakukan Satuan Kerja (Satker) PKP Provinsi Jawa Tengah dengan alokasi anggaran Rp11 miliar.

“Sebanyak 21 huntara ditargetkan sudah pindah pada pertengahan atau akhir Agustus dengan melihat perkembangan. Dari 21 rumah tersebut, 18 rumah di antaranya ber-KTP [kartu tanda penduduk] Solo sehingga berhak menerima ganti rugi tanah  dan bangunan. Sisanya hanya menerima ganti rugi bangunan [pembongkaran] dan uang transport,” kata dia kepada Solopos.com, Senin (16/7/2018).

Cornelius menyebut uang ganti rugi masih melalui proses dan tahapan tertentu sehingga belum diserahterimakan kendati penataan sudah dimulai.

Penataan di Kampung Kenteng RW 007 itu berupa pembuatan drainase dari ujung Jl. Sungai Serang sampai pintu air sepanjang sekitar 1.350 meter. Pengerjaan drainase tersebut ditarget rampung akhir tahun ini.

“Pengerjaan di RW 023 belum dilakukan karena menunggu loan [pinjaman] dari World Bank sehingga puluhan warga terdampak di kawasan itu juga belum diminta pindah,” ungkapnya.

Salah satu warga terdampak di RT 004/RW 007 Kelurahan Semanggi, Sarni, mengaku belum mendapat informasi tenggat waktu pindah. Ia baru menerima sosialisasi tentang ganti rugi dan lokasi kepindahan.

“Saya tidak ber-KTP Solo sehingga hanya menerima uang ganti rugi bangunan. Nilainya kemungkinan Rp15 juta, tapi belum jelas. Sedangkan ibu saya yang ber-KTP Solo menerima ganti rugi lahan seluas 40 meter persegi di sekitar Taman Semanggi,” kata dia.

Selain rumah warga, bangunan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di RW 007 Kelurahan Semanggi, juga harus dibongkar. PKBM Ar Ridho yang didirikan Sarjoko itu sudah membongkar bangunan secara mandiri sebelum Lebaran. Total luas bangunan PKBM yang terdampak mencapai 150-an meter persegi.

“Bangunan yang terdampak ada kantin, tempat belajar masyarakat, dan tempat bermain anak. Kami membongkarnya secara mandiri meski dijanjikan uang ganti rugi. Sampai sekarang belum menerima dan belum tahu kapan diserahterimakan,” ungkap Sarjoko.

Ia berharap proses penataan lekas selesai karena cukup mengganggu kegiatan belajar mengajar di PKBM itu.