Material SIM Kosong, 4.600 Warga Sukoharjo Gunakan SKIJ

Warga menunjukkan surat keterangan izin jalan (SKIJ) karena material SIM Satpas habis, Jumat (13/7 - 2018). (Solopos/Muhammad Ismail)
17 Juli 2018 10:00 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Sedikitnya 4.600 warga Sukoharjo terpaksa menggunakan surat keterangan izin jalan (SKIJ) sebagai pengganti Surat Izin Mengemudi (SIM) sementara. Hal ini lantaran material pembuatan SIM  di Satlantas Polres Sukoharjo habis sejak beberapa pekan lalu.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Senin (16/7/2018), material pembuatan SIM habis sejak dua pekan lalu. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sukoharjo menerbitkan SKIJ sementara untuk para pemohon SIM. Surat keterangan itu memiliki kekuatan hukum dan kegunaan yang sama dengan SIM.

Kasatlantas Polres Sukoharjo, AKP Zamroni, mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, mengatakan pemohon SIM tak perlu khawatir lantaran kegunaan dan kekuatan hukum SKIJ sama dengan SIM. Masyarakat yang hendak membuat SIM baru atau memperpanjang SIM terpaksa menerima SKIJ.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Pak Kapolres ihwal kekosongan material pembuatan SIM. Sekarang saya masih menunggu pasokan material SIM dari Korps Lalu Lintas [Korlantas] Mabes Polri,” kata dia saat berbincang dengan Solopos.com, Senin.

Habisnya material pembuatan SIM tak bisa menjadi alasan masyarakat tidak memperpanjang lisensi berkendara motor. Masyarakat wajib harus mengurus perpanjangan SIM kendati hanya menerima SKIJ sementara.

Masa berlaku surat keterangan itu selama tiga bulan dari tanggal penerbitan. “Saya yakin pasokan material pembuatan SIM segera dikirim ke masing-masing daerah. Jadi tak hanya Sukoharjo, kekosongan material pembuatan SIM terjadi di setiap daerah di Indonesia,” papar dia.

Mantan Kasubbag Pers Bagian Sumda Polres Semarang ini menyampaikan apabila material SIM telah tiba kepolisian segera mencetak SIM sesuai nomor urutan pemohon SIM. Pemohon SIM bakal menerima pemberitahuan dari petugas kepolisian.

Namun, Zamroni belum bisa memastikan waktu pencetakan SIM lantaran masih menunggu pasokan material SIM. “Saya belum bisa memastikan [waktu pencetakan SIM]. Yang jelas kepingan SIM segera dicetak setelah menerima material pembuatan SIM,” papar dia.

Sementara itu, seorang pemohon SIM asal Desa Madegondo, Kecamatan Grogol, Andi Nurefendi, mengatakan hanya menerima SKIJ sementara setelah melengkapi berbagai persyaratan administrasi pembuatan SIM. Andi telah mengisi formulir perpanjangan SIM, foto, dan print sidik jari.

Andi berharap Mabes Polri segera mengirim material pembuatan SIM ke daerah agar para pemohon SIM mendapat kepingan SIM asli.