Penggerebekan Narkoba Siang Bolong Jadi Tontonan Warga Sragen

Ilustrasi narkoba. (Solopos/Whisnu Paksa)
17 Juli 2018 18:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Tim Polda Jateng menggerebek salah satu rumah indekos di wilayah Ngledok, Sragen Tengah, Sragen, Minggu (15/7/2018). Penggerebekan kasus narkoba di siang bolong itu sempat menjadi perhatian dan tontonan warga.

Para warga tidak berani mendekat tetapi hanya melihat dari jarak sekitar 10 meter. Seorang warga Ngledok, Sragen Tengah, Sragen, yang enggan disebut namanya ikut menyaksikan penggerebekan itu.

Tokopedia

“Tim itu datang menggunakan mobil dan langsung menggeledah tempat indekos itu. Polisi menemukan barang bukti yang diduga sabu-sabu dan senjata tajam. Mobil milik terlapor juga disita Honda Yaris. Terlapor diketahui warga bernama A yang sebenarnya tinggal di wilayah Karangtengah, Sragen,” ujar dia saat berbincang dengan Solopos.com, Selasa (17/7/2018).

Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman mewakili Kasatresnarkoba Polres Sragen AKP Joko Satriyo Utomo membenarkan ada penggerebekan tempat indekos di Ngledok pada Minggu siang. Joko tidak mengetahui persis kejadiannya karena penggerebekan itu dilakukan tim Polda Jateng.

“Kami saling berebut dalam memberantas bandit-bandit narkoba. Jadi BNN, Polda, dan Polres itu lebih dulu yang mana. Yang cepat tentu yang dapat. Kalau Polres terus terang kalah di bidang teknologi. Saling berebut bandit narkoba itu membawa makna positif untuk memberantas narkoba di Sragen,” ujar Joko.

Sebelumnya pada Rabu (11/7/2018) lalu, Polres Sragen mengungkap jaringan pengguna narkoba di Masaran. Polisi membekuk Waloyo alias Bagong, 27, warga Desa/Kecamatan Masaran pada pukul 18.30 WIB di rumahnya.

Joko menyatakan tersangka dijerat Pasal 112 subsider Pasal 127 UU No. 35/2009 tentang Narkotika. Dari tangan Bagong, polisi menyita barang bukti satu plastik klip bening berisi serbuk kristal yang diduga sabu-sabu seberat 0,2 gram.

“Kami juga menyita satu pipa kaca yang di dalamnya masih terdapat residu sabu-sabu. Satu alat isap dan satu unit ponsel juga kami sita. Kami menangkap tersangka berdasarkan informasi masyarakat yang menyebut rumah tersangka sering dijadikan ajang pesta narkoba. Saat ini tersangka ditahan untuk proses penyidikan lebih lanjut dan untuk menyelidiki pemasok barang haram itu,” tuturnya.