Siswa SD Boyolali Ini Terpaksa Belajar di Kantor Kecamatan

Situasi SD Masahan, Kecamatan Mojosongo, Senin (16/7 - 2018). (Solopos/Akhmad Ludiyanto)
17 Juli 2018 11:15 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Sebagian siswa di SD Masahan, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, terpaksa belajar di tempat lain pada hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru  (TAB) 2018/2019, Senin (16/7/2018), karena bangunan sekolah mereka dibongkar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, SD di timur Kantor Kecamatan Mojosongo ini rencananya direlokasi ke tempat lain di kelurahan yang sama sehingga sebagian bangunan lama mulai dibongkar. Namun diperkirakan ada miskomunikasi antarpihak terkait sehingga menyebabkan bangunan sekolah baru itu belum tersedia bahkan belum dibangun.

Akibatnya, siswa terpaksa menempati ruang lain di sekolah lama yang belum dibongkar. IS, salah satu siswa kelas VI sekolah itu, mengatakan dia bersama teman lain di kelas VI menempati ruang perpustakaan.

“Sekolahnya dibongkar, kelas VI belajar di ruang perpustakaan,” ujarnya saat ditemui wartawan di sekitar sekolah, Senin.

Sementara itu, siswa kelas V belajar di ruang kepala sekolah. “Kalau kelas V di ruang kepala sekolah. Sedangkan siswa IV tetap belajar di ruangan semula yang belum dibongkar,” ujar RBF, siswa lain di kelas V.

Sementara itu, rencananya, mulai Selasa (17/7/2018), kegiatan belajar mengajar di sekolah akan dipindah ke Kantor Kecamatan Mojosongo. Informasi ini dibenarkan Camat Mojosongo Joko Suhartono.

Menurutnya, keputusan ini merupakan solusi terbaik untuk menyikapi kondisi yang ada. Dia menginginkan para siswa tetap belajar dengan tenang meskipun tidak di ruang-ruang kelas di sekolah.

“Sekolah, orang tua, dan komite tadi [kemarin] sepakat kegiatan belajar sementara dilaksanakan di aula kecamatan. Di sana cukup nyaman. Nanti dibikin sekat-sekat untuk memisahkan antarkelas. Fasilitas MCK juga ada,” ujarnya Joko yang baru mulai pekan lalu menjabat Camat Mojosongo.

Di sisi lain, belum jelas ihwal miskomunikasi antarpihak yang terlibat dalam rencana relokasi sekolah tersebut. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali Darmanto belum dapat dimintai konfirmasi mengenai hal ini.

Menurut informasi, Darmanto sedang berada di Semarang dan ketika telepon selulernya dihubungi tidak ada jawaban.