Rapat Paripurna DPRD Klaten Sepi, Ditinggal Ndaftar Caleg?

Pegawai sekretariat KPU Klaten mengecek berkas pendaftaran para bakal caleg DPRD Klaten, Selasa (17/7 - 2018). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
17 Juli 2018 19:15 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Rapat paripurna di DPRD Klaten Selasa (17/7/2018) sepi dari kehadiran legislator. Sebagian anggota DPRD diduga memanfaatkan hari itu untuk mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) peserta Pemilu Legislatif 2019. Selasa itu adalah kesempatan terakhir parpol mendaftarkan caleg di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Informasi yang diperoleh Solopos.com, salah satu agenda rapat paripurna DPRD Klaten pada Selasa itu yakni persetujuan empat raperda. Masing-masing Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Klaten 2017, Raperda tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik, Raperda tentang Penyelenggaraan Kearsipan, dan ada penandatangan berita acara persetujuan bersama terhadap Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Klaten 2017 dan penyerahan keputusan DPRD.

Tokopedia

Agenda lainnya yakni penyampaian pendapat akhir Bupati Klaten. Rapat paripurna dimulai sekitar pukul 11.00 WIB dari jadwal undangan mulai pukul 09.00 WIB. Rapat paripurna berlangsung hingga sekitar pukul 14.30 WIB.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, banyak kursi anggota DPRD kosong selama rapat. Begitu pula kursi yang biasa digunakan perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD).

Dari total 50 kursi anggota DPRD, hanya sekitar 25 kursi terisi termasuk kursi pimpinan DPRD. Rapat tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRD Klaten, Yoga Hardaya, lantaran Ketua DPRD Klaten, Agus Riyanto, izin sakit.

Sekretaris DPRD Klaten, Edy Hartanto, mengatakan secara administrasi atau daftar hadir ada 33 anggota DPRD yang menghadiri rapat paripurna. Namun, sebagian anggota DPRD tak berada di ruang rapat paripurna salah satunya lantaran menggelar rapat di ruangan lain.

“Secara administrasi sah karena sudah memenuhi kuorum,” kata Edy saat berbincang dengan Solopos.com, Selasa.

Ia menjelaskan ada satu raperda yang urung ditetapkan yakni Raperda tentang Pelayanan Publik. “Karena ada yang harus dibahas lagi akhirnya mengelar rapat di ruangan lain. Rencananya untuk Raperda Pelayanan Publik ditetapkan pada 27 Juli,” katanya.

Edy membenarkan ada anggota DPRD yang tak mengikuti rapat paripurna lantaran ikut pendaftaran bakal caleg untuk Pemilu 2019. “Memang ada yang mendaftarkan bakal caleg. Namun, saya minta untuk tidak mengalahkan agenda di DPRD. Yang penting mereka datang ke sini dulu,” urai dia.

Sementara itu, Bupati Klaten, Sri Mulyani, menghadiri rapat paripurna itu sekitar pukul 13.00 WIB. Dalam pendapat akhirnya, Mulyani mengapresiasi kinerja DPRD Klaten sudah membahas dan merampungkan raperda-raperda yang ditetapkan.