8 Calon Siswa Baru SMAN Solo Mundur

ilustrasi PPDB online. (Solopos/Dok)
18 Juli 2018 05:40 WIB Muhammad Ismail Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Delapan calon siswa baru SMAN Solo dipastikan mundur lantaran tidak mendaftar ulang setelah pengumuman Penerimaan Peserta Didik Baru  (PPDB) online. Para siswa itu tidak mendaftar ulang diduga karena diterima di sekolah lain baik negeri maupun swasta.

“Disdikbud [Dinas Pendidikan dan Kebudayaan] Jateng mengumumkan hasil PPDB online tanggal 11 Juli. Kemudian para calon siswa diberi kesempatan kepada mendaftar ulang pada 12 Juli dan 13 Juli. Kami mencatat ada empat siswa yang tidak mendaftar ulang sehingga dianggap mengundurkan diri,” ujar Ketua panitia PPDB online SMAN 7 Solo, Reni Ernawati, saat ditemui Solopos.com di sekolah, Selasa (17/7/2018).

Tokopedia

Reni mengungkapkan alasan siswa tidak mendaftar ulang karena telah diterima di sekolah lain di luar kota. Sekolah tidak mengetahui keempat siswa itu diterima di sekolah swasta atau negeri di luar Kota Solo.

Keempat siswa tersebut kemudian mencabut berkas pendaftaran selama dua hari yakni Jumat (13/7/2018) dan Sabtu (14/7/2018). “Kami memberikan kemudahan kepada empat siswa tersebut yang ingin mencabut berkas pendaftaran di SMAN 7 Solo,” ujar dia.

SMAN 7 Solo, lanjut dia, membiarkan empat kursi yang kosong tersebut sesuai instruksi dari Disdikbud Jateng. Panitia PPDB  sudah melaporkan empat siswa yang mundur ini ke Disdikbud Jateng.

Ketua PPDB online SMAN 4 Solo, Nanang Inwanto, mengungkapkan ada tiga calon siswa yang tidak mendaftar ulang setelah dinyatakan diterima berdasar pengumuman PPDB online. Ketiga siswa itu, dua di antaranya mundur karena memilih sekolah swasta. Sementara satu siswa memilih sekolah di luar Provinsi Jateng.

“Kami tidak mempermasalahkan ketiga siswa yang mundur karena alasan itu. Sekolah memberikan kemudahan kepada siswa untuk menentukan sekolah pilihan mereka,” kata Nanang.

Kepala SMAN 8 Solo, Endang Purwaningsih Agustina, mengatakan ada satu siswa yang tidak mendaftar ulang karena diterima di pondok pesantren (ponpes) putri. Kepala Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) Wilayah III Disdikbud Jateng, Jasman Indratno, mengungkapkan sampai sejauh ini belum mengetahui berapa siswa yang tidak mendaftar ulang.

Data sekolah yang siswanya mundur langsung diserahkan ke Disdikbud Jateng. “Kami sudah memberikan sosialisasi kepada kepala sekolah di Soloraya agar membiarkan kursi calon siswa SMAN/SMKN yang mundur itu tetap kosong. Disdikbud tidak membuka pendaftaran offline sekolah negeri di Soloraya,” kata dia.