Pemkot Solo Dinilai Paling Baik Mengelola Pegawai

Ilustrasi PNS (Istimewa/Setkab.go.id)
18 Juli 2018 11:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyabet penghargaan tingkat nasional Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Awards sebagai kota dengan pengelolaan pegawai  terbaik nasional tipe C.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Solo Rakhmat Sutomo mengatakan Kota Solo dinilai berhasil dalam mengelola pegawai. Pengelolaan kepegawaian ini diaplikasikan pula dalam sistem unggulan aplikasi online (Sundulan).

Dalam sistem tersebut, data kepegawaian termasuk rekam jejak masing-masing pegawai terekam secara online. “Penghargaan ini kali pertama diraih Kota Solo,” kata Rakhmat ketika dijumpai wartawan di ruang kerjanya, Selasa (17/7/2018).

Selain aplikasi itu, Pemkot Solo juga memiliki aplikasi layanan konseling bagi aparatur sipil negara (ASN) secara online atau Klik On. Layanan tersebut bisa dimanfaatkan bagi ASN yang tengah mengalami masalah psikologis dan berpengaruh terhadap pekerjaan.

Aplikasi Klik On bisa digunakan sebagai sarana konseling online menggunakan ponsel berbasis Android dengan mengunduh melalui Google Playstore. Selain itu bisa diakses melalui website di laman bkd.surakarta.go.id.

“Aplikasi layanan konseling ini diharapkan bisa memudahkan pegawai berkonsultasi terkait masalah yang dialaminya tanpa harus hadir ke kantor kami,” katanya.

Saat ini Pemkot Solo  juga tengah menyiapkan aplikasi khusus berbasis elektronik untuk mengukur kinerja (e-kinerja) ASN. Selain sebagai upaya Pemkot dalam meningkatkan kinerja ASN, aplikasi ini diharapkan mampu menekan ASN yang kinerjanya hanya leda-lede.

Ditargetkan aplikasi tersebut bisa mulai diterapkan pada awal 2019. “Jadi nanti tidak ada lagi ASN yang kerjanya hanya bismillah. Tapi hari ini apa yang mau dikerjakan dan mengerjakan apa itu jelas,” katanya.

Selama ini Pemkot Solo hanya mengandalkan mesin presensi finger print untuk mengukur kerja ASN. Namun finger print dinilai hanya mampu mengukur perilaku ASN terutama berkaitan dengan kedisiplinan seperti tingkat kehadiran dan keterlambatan.

Sedangkan ukuran kinerja ASN apa yang dikerjakan dan yang sudah dikerjakan setiap hari selama ini belum terukur secara jelas. Diperlukan aplikasi khusus untuk mengukur kinerja ASN ini.

“Kinerja ASN harus terukur, setiap harinya dia [ASN] itu ngapain saja harus ada laporannya,” katanya.

Pemkot pun menyiapkan reward dan punishment. Bagi ASN yang kinerjanya baik akan mendapatkan reward. Sebaliknya bagi ASN yang kinerjanya buruk akan mendapatkan punishment. Namun bentuk rewards dan punishments ini masih dalam pembahasan lebih lanjut. Hal ini sebagai bentuk Pemkot dalam pembenahan serta peningkatkan kinerja ASN.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo akrab disapa Rudy terus melakukan berbagai upaya pembenahan kinerja ASN Pemkot. ASN wajib mengedepankan pelayanan kepada masyarakat.

“Saat ini semua pelayanan berbasis IT. Semua ASN harus mahir IT [Information Technology]. Tidak bisa tidak,” katanya.

Menurutnya, IT bukan lagi keahlian yang hanya dimiliki ASN berlatar belakang pendidikan IT. Namun IT saat ini telah menjadi komponen wajib yang harus dimiliki setiap ASN.

Seluruh pelayanan masyarakat saat ini pun telah menggunakan IT. Bahkan laporan kegiatan masing-masing ASN juga dikerjakan menggunakan sarana IT.

“Bagi yang belum bisa sudah ada pelatihannya sendiri. Mulai dari pelatihan dasar, lanjutan, hingga mahir. Tidak ada alasan tidak bisa,” imbuhnya.