Jl. S. Parman Solo SSA Lagi, Awas Macet di 4 Lokasi Ini!

Ilustrasi kemacetan lalu lintas. (Solopos/Dok.)
18 Juli 2018 16:15 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Dinas Perhubungan (Dishub) Solo akan memberlakukan lagi manajemen lalu lintas sistem satu arah  (SSA) di Jl. S. Parman, Kelurahan Gilingan, Banjarsari, seiring perbaikan tahap kedua di jalan itu oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Solo.

SSA di Jl. S. Parman dari utara ke selatan bakal diberlakukan selama 1,5 bulan mulai 20 Juli hingga 7 September 2018. Kabid Lalu Lintas Dishub Solo, Ari Wibowo, mengatakan penerapan SSA di Jl. S. Parman sebelumnya pernah dilakukan pada Mei-Agustus 2017 karena tengah ada perbaikan jalan di sisi utara perlintasan KA Balapan hingga simpang empat Gilingan.

Tokopedia

Dishub kali ini menerapkan SSA lagi karena Dinas PUPR giliran memperbaiki Jl. S. Parman sisi selatan perlintasan sebidang Balapan hingga simpang lima Balapan.

"Kontraktor atau Dinas PUPR sebenarnya sudah minta ke kami kalau bisa proyek dimulai sebelum 20 Juli. Tapi kami tidak bisa. Alasanya, adanya event Torch Relay Asian Games 2018 di Solo pada 19 Juli ini. Kami minta perbaikan jalan dilakukan setelah obor dibawa lagi ke tempat lain. Jika proyek tetap dikerjakan sebelum ini, kendaraan pembawa obor yang akan menuju ke bandara rawan tersendat di simpang Gilingan," kata Ari saat ditemui Solopos.com di barat Stadion Sriwedari, Rabu (18/7/2018).

Ari tak menampik sejumlah ruas jalan di Kota Bengawan bakal macet akibat terdampak pemberlakuan SSA di Jl. S. Parman. Sedikitnya ada empat lokasi yang masuk kategori rawan macet yakni simpang lima Balapan, simpang empat Patung Mayor Achmadi, simpang Ngemplak, dan Pasar Nongko.

Sebagai solusinya, Dishub bakal mengerahkan personel di sejumlah lokasi rawan macet tersebut dan beberapa lokasi lain guna mengantisipasi kemacetan parah. Kemacetan di empat lokasi itu sulit terelakkan karena menjadi jalur pilihan kendaraan menuju wilayah Solo utara saat tidak bisa lewat Jl. S. Parman.

"Kami minta masyarakat bisa memaklumi dan menyesuaikan diri dengan kebijakan SSA di Jl. S. Parman untuk sementara waktu. Kendaraan dari arah Pasar Legi maupun Stasiun Solo Balapan bisa memilih jalan lain ketika Jl. S. Parman tidak bisa dilewati. Sementara kendaraan pribadi maupun bus dari arah Jl. Setiabudi atau Terminal Tirtonadi kami pastikan masih bisa melalui Jl. S. Parman seperti biasanya dan bisa tetap masuk Jl. Monginsidi," jelas Ari.

Ari menambahkan SSA di Jl. S. Parman otomatis mengubah rute transportasi umum bus antarkota dalam provinsi (AKDP) dan antarkota antarprovinsi (AKAP) dari arah simpang Panggung atau timur yang akan menuju ke Terminal Tirtonadi.

Jl. S. Parman tak bisa dilalui dari selatan ke utara dan Jl. Monginsidi tak bisa dilalui dari timur ke barat sehingga bus dari arah timur bakal diarahkan belok ke kanan setibanya di pertigaan Ringin Semar. Setibanya di perempatan Ngemplak, bus diarahkan belok ke utara masuk Jl. Letjen Sutoyo.

"Bus di Jl. Letjen Sutoyo kemudian kami arahkan belok di simpang Joglo, Kadipiro sehingga masuk ke Jl. Mangun Sarkoro. Di jalan tersebut, bus penumpang dari arah Karanganyar, Sragen, dan Surabaya, dipersilakan belok ke kiri saat sampai Jl. Singosari Timur. Bus di Jl. Singosari Timur tinggal melewati Jl. Praon dan Jl. Popda untuk sampai di Terminal Tirtonadi," terang Ari.

Kasi Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Solo, Joko Supriyanto, mengatakan proyek peningkatan Jl. S. Parman dilakukan dengan pemasangan rigid beton dan overlay jalan. Selain itu juga pembuatan drainase dan trotoar di ruas jalan tersebut.

Pembangunan rigid beton kali ini menyasar Jl. S. Parman ruas dari rel kereta api (KA) ke selatan sampai simpang lima Balapan. Pekerjaan perbaikan Jl. S. Parman berbarengan dengan Jl. Monginsidi. Proses perbaikan Jl. Monginsidi lajur selatan dikatakan kini hampir rampung. Setelah itu dilanjut perbaikan lajur jalan sisi utara.