Gagal Jadi Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo Ndaftar Caleg

Pasangan calon, Rohadi Widodo-Ida Retno Wahyuningsih, menyalami para pendukungnya di kantor DPD PKS Karanganyar, Rabu (27/6 - 20128). (Solopos/Ponco Suseno)
18 Juli 2018 12:15 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, mengundurkan diri dan maju sebagai calon anggota DPRD Kabupaten Karanganyar periode 2019-2024. Sebelumnya pada Pilkada 2018, Rohadi mencalonkan diri sebagai bupati Karanganyar namun kalah dalam perolehan suara  melawan Juliyatmono.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengundurkan diri sebagai Wakil Bupati Karanganyar lewat surat nomor 800/3.903.1.1 perihal Permohonan Pengunduran Diri Dari Jabatan Wakil Bupati Karanganyar. Pengunduran diri itu dilayangkan kepada Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar pada Senin (16/7/2018).

Isi surat menyebutkan Rohadi Widodo yang diangkat sebagai Wakil Bupati Karanganyar berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Nomor 132.33-7191 tahun 2013. Dia memberitahukan akan mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kabupaten Karanganyar pada Pemilu Legislatif 2019.

Oleh karena itu untuk memenuhi ketentuan Pasal 78 ayat (1) dan Pasal 79 ayat (1) UU No.23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, Rohadi mengundurkan diri dari jabatan Wakil Bupati Karanganyar. Rohadi mendaftar sebagai calon anggota DPRD Kabupaten Karanganyar pada daerah pemilihan (dapil) satu wilayah Karanganyar, Mojogedang, dan Matesih dengan nomor urut satu.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, PKS mendaftarkan Rohadi pada Selasa (17/7/2018) malam. "Saya nomor urut satu di dapil satu. Ya diminta partai maju di Kabupaten Karanganyar. Surat keputusan dari partai keluar. Diminta maju gitu sudah ada pertimbangan partai," kata Rohadi saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (18/7/2018).

Rohadi mengaku siap menerima tugas dan tanggung jawab baru sebagai calon anggota legislatif. "Untuk mengembangkan partai. Ya siap menerima amanah. Kemudian bisa jadi sarana untuk memberikan kemanfaatan kepada masyarakat. Ya harus mundur [dari jabatan wabup], itu persyaratan. Surat pengunduran diri sudah diproses," tutur dia.

Jabatan sebagai anggota legislatif bukan kali pertama dijalani Rohadi.  Dia pernah menjadi Ketua Fraksi PKS di DPRD Kabupaten Karanganyar periode 2003-2008. Berikutnya Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar periode 2009-2014.

Jabatan diletakkan pada September 2013 karena maju sebagai calon Wakil Bupati Karanganyar berpasangan dengan Juliyatmono. Pada dua periode itu, Rohadi maju sebagai calon anggota legislatif dapil 2 wilayah Tawangmangu, Karangpandan, Ngargoyoso, Jenawi, dan Kerjo.

Kabag Pemerintahan Umum Setda Karanganyar, Ali Ghufron, membenarkan perihal pengunduran diri Rohadi. Ali menjelaskan surat pengunduran diri Rohadi ditujukan ke DPRD Karanganyar. Selanjutnya DPRD menyelenggarakan rapat paripurna untuk memutuskan menyetujui atau tidak permohonan itu.

"Jika dinyatakan setuju, DPRD mengirim surat untuk mendapatkan keputusan Kemendagri. Surat dikirim lewat Gubernur Jawa Tengah. Begitu keluar keputusan Mendagri, semua hak dan kewenangan dicabut. Sewaktu-waktu SK Mendagri terbit beliau [Rohado] langsung mundur," ujar Ali saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu.

Ditanya tentang jabatan Wakil Bupati Karanganyar yang akan kosong setelah ditinggalkan Rohadi, Ali menyampaikan Bupati bisa mengusulkan Wakil Bupati dan disahkan pada paripurna.

"Kalau berhalangan tetap bisa diangkat Wabup baru. Untuk Karanganyar kan waktunya relatif pendek. Akan ada pelantikan Bupati-Wakil Bupati Karanganyar definitif pada 20 Desember 2018."



Tokopedia