Waldjinah dan Musisi Luar Negeri Meriahkan SKF 2018

Waldjinah beraudiensi dengan Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo di Balai Kota Solo, Senin (2/4 - 2018). (Solopos/Sunaryo Haryo Bayu)
19 Juli 2018 03:40 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Maestro keroncong Waldjinah akan memeriahkan Solo Keroncong Festival (SKF) yang akan digelar selama dua hari, Jumat-Sabtu (20-21/7/2018) di Benteng Vastenburg, Pasar Kliwon, Solo.

Selain pelantun Walang Kekek itu, SKF juga akan dimeriahkan musisi  dari Hongkong James Chu serta grup orkes keroncong (OK) dari Amerika OK Rumput.

“Nanti tidak hanya Ibu Waldjinah, tapi penyanyi keroncong lain yang juga tampil seperti Bambang Heri, Endah Laras, Sruti, Dyna Poetri, dan Lin Indriani,” kata Ketua Panitia SKF, Ari Mulyono, kepada wartawan dalam jumpa pers di Balai Kota, Rabu (18/7/2018).

Selama SKF 2018 ada 10 penampil yang akan menunjukkan kebolehan bermain musik keroncong. Selain dari Solo, beberapa grup dari luar Solo juga akan ikut mengisi acara di antaranya Keroncong Tugu Jakarta, Porsiba Tanjung Enim, Rumput Band Amerika Serikat, Hamkri Sumatra Selatan, Cong Rock Semarang, OK Panjalu Kediri, De Poespo Jakarta, Badami Lapis Legit Bandung, serta dua penampil dari Solo, Bintang Surakarta, dan Gema Berseri Pemkot Solo.

“Sesuai tema tahun ini Kreasi Keroncong Nusantara, para penampil yang kami undang berasal dari berbagai pelosok Tanah Air,” katanya.

Mereka akan membawakan musik keroncong menurut ciri khas masing-masing daerah asal. Harapannya SKF mampu melestarikan musik keroncong sebagai warisan budaya bangsa serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Bengawan.

Waljinah mengaku senang dan mengapresiasi SKF 2018. Perempuan berusia 72 tahun itu berharap SKF mampu lebih mengenalkan musik  keroncong pada generasi saat ini.

“Keroncong tetap hidup di zaman sekarang. Anak-anak kita tidak boleh lupa dengan keroncong. Karena keroncong itu yang punya hanya Indonesia,” kata Waldjinah.

Sempat jatuh sakit pada 2013 lalu, kondisi maestro keroncong Waldjinah memang belum sepenuhnya pulih. Meski demikian Waldjinah tetap memiliki semangat tinggi untuk naik panggung. Rencananya Waljinah menyanyikan beberapa lagu.

“Pada hari pertama setelah pembukaan Pak Wali, saya nyanyi lagu Walang Kekek diiringi tarian jaipong. Besoknya nyanyi lagi. Kalau tidak lagu Sarinah ya Ayo Ngguyu sama Titit Tuit," tuturnya.

Ditanya soal kondisinya saat ini, apakah ada persiapan khusus, Waldjinah mengaku mulai berlatih lagi. Khususnya untuk menghafalkan lagu-lagu yang akan dibawakannya.

Dalam kesempatan itu nanti, Waldjinah akan menerima penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) atas pengabdiannya selama 60 tahun berkecimpung di dunia musik  keroncong.