Eks Cawali Independen dan Istri Eks Sekda Nyaleg di Solo

Daromez Setiar Budi, salah caleg peserta Pemilu 2019 di Solo. (Solopos/Ivan Andimuhtarom)
19 Juli 2018 15:15 WIB Ivan Andimuhtarom Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Beberapa tokoh di Solo maju sebagai calon anggota legislatif  (caleg) DPRD Kota Solo pada Pemilu 2019. Di antara mereka ada Daromez Setiar Budi, 45, yang pernah mencalonkan diri sebagai wali kota Solo lewat jalur independen dan Daryati, istri mantan Sekda Solo, Qomaruddin.

Daromez adalah warga Jl. Merbabu Raya No. 18, RT 007/RW 008, Sabranglor, Mojosongo, Solo, yang pada 2015 sempat mencalonkan diri sebagai Wali Kota Solo lewat jalur independen. Kala itu, ia sudah berhasil mendapatkan dukungan yang dibuktikan dengan 17.000 KTP warga Solo.

Namun, langkahnya terhenti karena adanya sistem baru, sistem informasi pencalonan (silon), dan waktu yang mepet untuk menginput data pendukungnya membuatnya gagal memenuhi syarat pencalonan.

Kegagalannya maju menjadi wali kota tak menyurutkan niatnya terjun ke dunia politik. Ia menganggap kegagalan adalah pembelajaran baginya. Tawaran dari Ketua DPC PPP Solo Edy Jasmanto untuk bergabung bersama partai berlambang kakbah itu dia terimanya.

Kebetulan, mereka sama-sama bergerak di bidang usaha penerbitan dan percetakan. Namanya muncul di antara 45 nama bakal calon anggota legislatif  (bacaleg) DPRD Kota Solo melalui PPP. Ia akan bertarung di Dapil V Kecamatan Jebres.

“Saat saya dulu maju jadi calon wali kota lewat jalur independen, saya memang ingin berguna bagi masyarakat. Kalau terpilih, kerja saya adalah bagian dari ibadah. Begitu pula sekarang. Motivasinya ingin berguna. Kalau tidak terpilih, saya sudah siap,” ujar Bendahara Percasi Solo tersebut saat berbincang dengan Solopos.com di Jebres, Kamis (19/7/2018).

Keinginannya mengabdi untuk masyarakat memang sudah menjadi cita-cita sejak kecil. Hal itu terinspirasi sang ayah yang menjadi lurah di beberapa kelurahan di Kota Solo seperti Kepatihan Wetan, Kampung Sewu, Sudiroprajan, Purwodiningratan, dan Tegalharjo.

“Melihat kepemimpinan ayah saya, meskipun saya jadi pengusaha, saya tetap ingin bermanfaat bagi masyarakat. Saya buktikan itu dengan jadi ketua RT selama dua periode. Walau sibuk, sosial-kemasyarakatan tak boleh dilupakan,” tutur bapak dua anak tersebut.

Jauh hari sebelum mencalonkan diri sebagai anggota legislatif, lelaki yang aktif di Forum Komunikasi Umat Islam Mojosongo (FKUM) itu sudah memiliki program nyata bagi masyarakat, khususnya di bidang ekonomi. Ia berprinsip agar bisa sejahtera harus menyejahterakan orang lain pula.

Program itu bernama Dana Syariah Bergulir (DSB). Ia membuat kelompok-kelompok dengan maksimal anggota 20 orang dari kalangan penjual gorengan, cilok, mainan, atau lainnya.

Masing-masing kelompok diberi bantuan Rp2 juta. Dana itu kemudian dibagi menjadi 10, bukan 20. Alasannya, uang diputar atau digulirkan. Artinya ada uang Rp200.000 bagi 10 anggota.

Ia mengatakan itu adalah program pribadi. Terpilih maupun tidak, program itu tetap akan ia lakukan.

Daromez optimistis terpilih sebagai anggota DPRD Solo karena beberapa aspek seperti kenalan sudah banyak. Dari lima kelurahan tempat ayahnya mengabdi, setidaknya ia sudah dikenal sebagai anak pak lurah. Ia juga aktif di lingkungan dan menjadi panitia pada beberapa kegiatan warga.

“Saya bukan siap menang-siap kalah. Saya siap kalah. Tujuannya untuk pembelajaran dan mengedukasi masyarakat agar cerdas berpolitik,” kata dia.

Di sisi lain, istri mantan Sekda Solo Qomaruddin, Daryati, maju sebagai calon anggota DPRD Solo melalui Partai Amanat Nasional (PAN). Ketua DPD PAN Solo, Achmad Sapari, membenarnya informasi tersebut.

“Bu Daryati maju melalui Dapil II Kecamatan Laweyan,” ujarnya melalui pesan Whatsapp kepada Solopos.com, Kamis.

 

Tokopedia