4 Pasar Tradisional Sukoharjo Direnovasi Tahun Ini

Ilustrasi pekerja membangun konstruksi bangunan. (Bisnis/Paulus Tandi Bone)
19 Juli 2018 07:15 WIB Trianto Heri Suryono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkop UKM) Sukoharjo memastikan renovasi empat pasar tradisional  pada tahun ini. Pekerjaan renovasi itu sudah dilelang dan sudah ada pemenangnya.

Empat pasar tradisional tersebut yakni Pasar Plumbon di Kecamatan Mojolaban, Pasar Purwo di Kecamatan Weru, Pasar Kepuh di Kecamatan Nguter, dan Pasar Daleman di Kecamatan Baki. Kontrak kerja dengan keempat rekanan penggarap keempat pasar tersebut berakhir Desember.

Dari proses lelang, Pemkab Sukoharjo mendapatkan efisiensi anggaran senilai Rp939.742.000 dari total anggaran senilai Rp4,899 miliar. “Tahapan lelang sudah selesai dan sudah diketahui rekanan pemenang lelangnya. Dalam waktu dekat dinas segera memindahkan pedagang ke pasar darurat agar pembangunan sesuai jadwal,” kata Kepala Disdagkop UKM Sukoharjo, Sutarmo, Rabu (18/7/2018).

Sutarmo mengatakan harga penawaran dari pemenang lelang lebih rendah dibanding pagu anggaran sehingga Pemkab Sukoharjo mendapatkan efisiensi anggaran Rp939.742.000. Menurutnya, Pasar Plumbon akan dikerjakan CV Bandung Bondowoso asal Demakan, Mojolaban dengan harga penawaran Rp606,032 juta.

Pasar Purwo dikerjakan CV Simpang Lima, Sukoharjo, dengan harga penawaran Rp787.244.000. Kemudian Pasar Kepuh dikerjakan CV Adhi Cipta Mandiri, Sukoharjo, dengan harga penawaran Rp1,217 miliar, dan Pasar Daleman dikerjakan CV Abdi Rakyat, Mojolaban, dengan harga penawaran Rp1,349 miliar.

Mantan Kepala Satpol PP Sukoharjo ini menjelaskan pasar  darurat sudah disiapkan di sekitar pasar lama. “Saat ini tinggal ditempati para pedagang. Proses penentuan pasar darurat juga melibatkan pedagang dalam musyawarah bersama setelah sosialisasi beberapa bulan lalu. Kami berharap rekanan bekerja sesuai jadwal dan tidak molor. Pelaksanaan pembangunan dikawal TP4D [Tim Pengawalan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah] Kejaksaan Negeri Sukoharjo.”

Sementara itu, Lurah Pasar Nguter yang juga Lurah Pasar Kepuh Nguter, Widadi Nugroho, kepada wartawan mengatakan pedagang Pasar Kepuh sudah pindah ke pasar darurat sehingga lokasi utama pasar sudah kosong. Ada 80 pedagang terdiri atas pedagang di los 56 orang dan pemilik kios 24 orang.

“Jadwal pemindahan pedagang ke pasar darurat pada 13–17 Juli.”