Pembunuh Dera Boyolali Dituntut 12 Tahun Penjara

Terdakwa pembunuh Dera Dewanti Dirgahayu, Beki Efrianto, saat sidang di PN Boyolali, Kamis (19/7 - 2018). (Solopos/Akhmad Ludiyanto)
19 Juli 2018 16:16 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Beki Efrianto, 21, terdakwa pembunuh Dera Dewanti Dirgahayu, 38, dituntut 12 tahun penjara. Tuntutan itu dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) Dedy Abdillah dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Boyolali dalam sidang tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) setempat, Kamis (19/7/2018).

Beki didakwa melanggar Pasal 365 KUHP tentang Pencurian Disertai Kekerasan. Ada beberapa pertimbangan JPU dalam menyusun tuntutan tersebut, antara lain Beki mengakui perbuatannya sehingga mempermudah proses hukum.

Beki juga dinilai berperilaku baik selama persidangan. Warga Ngemplak, Boyolali, ini masih berusia muda sehingga masih ada kesempatan memperbaiki perilakunya.

Sidang yang dimulai sekitar pukul 14.45 WIB tersebut dipimpin ketua majelis hakim Adityo Danur Utomo dengan anggota mejelis hakim Nalfrijohn dan Eka Yektiningsih.

Dalam sidang itu Adityo memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk menyampaikan pleidoi/pembelaan hingga 25 Juli mendatang. “Silakan untuk membuat pleidoi kami tunggu sampai Rabu 25 Juli 2018,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Beki adalah pelaku pembunuhan Dera Dewanti Dirgahayu, 38, warga Perum Sawahan Indah 4 Ngemplak, Boyolali. Jenazah Dera ditemukan dalam kondisi tanpa busana di Waduk Cengklik, Minggu, 21 Januari 2018.

Beki yang merupakan tetangga Dera nekat membunuh perempuan itu karena panik saat Dera mengetahui aksinya mencuri. Sebelum pembunuhan  terjadi, Beki mengaku hanya berniat mencuri di rumah Dera. Beki nekat mencuri karena beberapa hari sebelumnya kalah judi sehingga butuh uang.

Sebelum mencuri Beki masuk ke rumah korban dengan cara memanjat tembok belakang kemudian masuk ke kamar Dera melalui plafon. Saat itu Dera terbangun dan melihat aksi Beki.

Beki kemudian mendekati Dera dan membekap mulutnya menggunakan kain. Sedangkan Dera kemudian berpura-pura pingsan agar tidak disakiti. Saat Beki akan meninggalkan rumah dengan membawa uang curian Rp2,7 juta, Dera berteriak lagi dan kembali dibekap dengan kain hingga meninggal.

Setelah mencuri dan membunuh, jenazah Dera dibuang di sekitar Waduk Cengklik, Ngemplak. Beki kemudian kabur menggunakan mobil Honda Jazz AB 1921 VS warna silver milik Dera hingga Stasiun Kota Bekasi.

Beki melanjutkan perjalanannya naik bus untuk bersembunyi di rumah saudaranya di Indragiri Hulu, Pekanbaru, Riau. Beki ditangkap aparat Polres Boyolali di Riau, Jumat, 26 Januari.