Perbaikan Jalan Penghubung Tasikmadu-Kebakkramat Tunggu Proses Lelang

Pengendara kendaraan melintas di jalan penghubung Tasikmadu-Kebakkramat, Selasa (3/7 - 2018). (Solopos/Ponco Suseno)
19 Juli 2018 09:30 WIB Ponco Suseno Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR – Perbaikan jalan penghubung Tasikmadu-Kebakkramat di Kaling, Tasikmadu, Maret lalu masih menunggu proses lelang. Diharapkan, perbaikan jalan rusak itu dapat dikerjakan, Agustus mendatang.

Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com, jalan dan jembatan penghubung Tasikmadu-Kebakkramat ambrol, Senin (12/3/2018). Ambrolnya jalan dan jembatan di Desa Kaling itu tak terlepas dari derasnya arus Sungai Kaling saat kejadian. Sejumlah sukarelawan, anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, dan beberapa elemen masyarakat di Bumi Intanpari membangun jalan darurat tak jauh dari jalan dan jembatan yang ambrol itu.

Tokopedia


“Masih dalam proses lelang [perbaikan jembatan dan jalan di Kaling]. Semoga, semuanya dapat berlangsung lancar. Kami berharap, pertengahan Agustus nanti sudah ada action terkait perbaikan jalan dan jembatan di sana,” kata Kepala Bagian (Kabag) Pengadaan Barang dan Jasa Setda Karanganyar, Dwi Cahyono, kepada Solopos.com, Selasa (17/7/2018).

Hal senada dijelaskan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Karanganyar, Edi Sriyatno. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar sudah menyediakan anggaran senilai Rp2,5 miliar guna memperbaiki jalan dan jembatan yang ambrol di Kaling.

“Saat ini sudah masuk dalam proses lelang di layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) Karanganyar. Sampai sekarang memang belum digarap. Intinya masih menunggu proses lelang,” katanya.

Sebelumnya, sejumlah warga di Kaling, Tasikmadu, mengaku waswas lantaran jalan dan jembatan yang rusak tak segera diperbaiki. Padahal arus lalu lintas di kawasan tersebut dinilai sangat padat. Kendaraan yang melintas di jalan darurat di Kaling termasuk truk bertonase berat.

“Karung yang dipasang di sekitar jalan dan jembatan itu sudah banyak yang rusak. Kalau tak segera diperbaiki, kami khawatir jalan darurat di Kaling akan ambrol lagi. Arus di Sungai Kaling juga lebih besar saat memasuki musim penghujan,” kata warga setempat, Widi, 42.