Guru, Pegawai Bank, hingga Calon Dokter Gigi Kepincut Jadi Mas-Mbak Boyolali

Peserta Pemilihan Mas Mbak Boyolali menyimak pemaparan dari Pemred Solopos, Suwarwin, saat mengunjungi Griya Solopos, Jumat (20/7 - 2018). (Solopos/Aries Susanto)
20 Juli 2018 17:45 WIB Aries Susanto Boyolali Share :

Solopos.com, SOLO -- Pemilihan Mas-Mbak Boyolali tahun 2018 ini tak hanya diikuti kalangan mahasiswa-mahasiswi serta pelajar, tapi juga dari kalangan profesional seperti pendidik, pegawai bank, hingga calon dokter gigi.

"Pemilihan Mas-Mbak Boyolali kali ini memang cukup membanggakan. Guru, pegawai bank, dan juga dokter gigi pun ikut," jelas Ketua Paguyuban Mas-Mbak Boyolali, Alan Pamungkas, saat berbincang dengan solopos.com di sela-sela kunjungannya ke Griya Solopos Jl. Adisucipto 190 Solo, Jumat (20/7/2018).

Dalam ajang pemilihan calon ambasador Boyolali itu, peserta tak hanya harus tampil prima secara fisik tapi juga dituntut memiliki multitalenta seperti intelegensia cemerlang, kepribadian memikat, persahabatan hangat, busana anggun, kecakapan bahasa asing, dan masih banyak lagi.

Tujuannya tak lain dan tak bukan ialah untuk mengangkat potensi wisata Boyolali ke dunia. "Untuk itulah diperlukan masa karantina. Mereka akan digembleng dengan setumpuk materi, kebiasaan baik, dan wawasan pariwisata untuk membentuk pribadi-pribadi yang anggun dan menawan," lanjut Alan.

Kalista Dewi Hapsari adalah salah satu Mbak Boyolali yang merasakan betul manfaat mengikuti ajang bergengsi itu. Gadis tinggi semampai yang masih duduk di bangku kuliah semester V ini dalam pekan ini akan menjelajah ke Eropa dalam ajang promosi Pariwisata Boyolali di kancah dunia.

Impian berkeliling Eropa itu nyaris tak tergapai tanpa keikutsertaannya selama ini di Paguyuban Mas-Mbak Boyolali. "Agenda saya nanti ke Norwegia, Denmark, serta Swedia. Misi kami ialah mempromosikan Boyolali ini ke dunia," ujar finalis Mas Mbak Boyolali 2017 ini.

Senada dengan Kalista, Ayungtyas Dewi Ratri, mahasiswi kedokteran UMY Jogja ini juga bangga bisa menjadi bagian kontestan Mas Mbak Boyolali tahun lalu. Gadis berjilbab anggun ini merasakan memiliki keluarga baru yang bia diajak berbagi pengalaman dan ilmu di sela-sela setumpuk tugas-tugas perkuliahan di Fakultas Kedokteran. "Kalau lagi suntuk kuliah, ya aktivitas kami di Paguyuban Mas-Mbak Boyolali ini. Seneng rasanya," katanya.

Kasi Kelembagaan dan Pemberdayaan masyarakat Dinas Pemuda Olahraga Pariwsata Boyolali, Waryanti, mengatakan proses pemilihan Mas-Mbak Boyolali tahun ini mendapatkan apresiasi lebih dari Bupati Seno Samodro. Jika tahun sebelumnya, anggaran hanya disediakan sekitar Rp60-an juta, maka kali ini dianggarkan dana Rp100-an juta.

"Ini demi menghasilkan Mas-Mbak Boyolali yang lebih berkualitas dan demi kemajuan dunia pariwisata di Boyolali," ujarnya.