Awas, Ada 50 Perlintasan KA Liar di Solo-Wonogiri

Warga bersepeda menyebrangi rel kereta api Jl. Samratulangi, Manahan, Solo, Selasa (27/3/2018). - Solopos/Nicolous Irawan
20 Juli 2018 11:50 WIB Ichsan Kholif Rahman Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Sedikitnya 50 perlintasan kereta api (KA) liar ditemukan sepanjang jalur rel KA Solo-Wonogiri. Hal berdasarkan hasil pengecekan jajaran KAI Daerah Operasional (DAOP) VI Yogyakarta pada Rabu (18/8/2018).

Pengecekan difokuskan pada kondisi lintasan dan aset-aset milik PT KAI di sepanjang jalur tersebut. Petugas menggunakan kereta lori saat menyusuri jalur rel dari Solo menuju Wonogiri.

Kepala PT KAI Daops VI Yogyakarta, Eko Purwanto, saat ditemui Solopos.com di Stasiun Wonogiri, Rabu, mengatakan kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin untuk pengecekan jalur, stasiun, pelayanan stasiun, dan operasional. Ia menemukan lebih dari 50 perlintasan liar yang dirasa membahayakan.

“[Railbus] Bathara Kresna  karena berjalan di sini maka seluruh aspek harus berjalan sesuai standar walaupun frekuensinya kecil, hanya satu kereta. Perlintasan banyak sekali yang tidak dijaga istilahnya perlintasan liar dan tidak resmi, sangat berbahaya pengendara perlu waspada,” ujarnya.

Sedangkan perlintasan yang resmi saat ini telah memenuhi standar dengan penjagaan petugas PT KAI maupun Dishub. Ia mengkhawatirkan perlintasan sebidang liar yang digunakan menyeberang tanpa memperhatikan keselamatan.

PT KAI segera menutup perlintasan sebidang liar. Hal ini dianggap dapat membahayakan  penyeberang dan kereta api. Ia mengimbau masyarakat taat pada rambu-rambu dan menyeberang hanya melalui perlintasan yang resmi.

Humas Daop VI, Eko Budiyanto, menilai Wonogiri memiliki potensi yang sangat baik dari berbagai sektor seperti Wisata. Hal ini akan menjadi perhatian khusus mengenai pengembangan Batara Kresna maupun kereta lainnya menuju Kabupaten Wonogiri.