Solo dan Sragen Jadi Alternatif Lokasi Tes CPNS 2018

Ilustrasi tes CPNS. (Solopos/Sunaryo Haryo Bayu)
21 Juli 2018 05:00 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mulai bersiap meski belum ada kepastian terkait penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) atau CPNS 2018. Sesuai rencana pendaftaran CASN dilaksanakan terpusat, Kota Solo dan Kabupaten Sragen menjadi alternatif lokasi pelaksanaan tes untuk wilayah Soloraya.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Solo Rakhmat Sutomo mengatakan berdasarkan rapat koordinasi (rakor) terakhir belum lama ini, Solo dan Sragen bakal menjadi lokasi alternatif tes untuk wilayah Soloraya.

“Tapi kemungkinan Sragen, karena Solo belum punya tempat dengan 500 komputer yang bisa dipergunakan selama satu bulan non-stop,” kata Rakhmat ketika dijumpai wartawan di ruang kerja, Jumat (20/7/2018).

Hingga kini, lokasi pelaksanaan tes penerimaan CASN masih tahap pembahasan. Belum ada keputusan apakah di Kota Solo atau di Kabupaten Sragen untuk lokasi tes CASN tersebut. Nantinya pelaksanaan tes CASN akan memakai sistem Computer Assisted Test (CAT) sehingga terpantau dengan sistem komputerisasi.

Sedangkan untuk pendaftaran akan terpusat ke pemerintah pusat melalui website https://sscn.bkn.go.id/. Terkait kuota, Pemkot mengajukan 694 formasi CASN dalam penerimaan tahun ini. 

Formasi ini terdiri atas tenaga pendidik, kesehatan, infrastruktur. Selain itu 85 formasi untuk pemain Wayang Orang Sriwedari. “Kami belum tahu kapan rekrutmen CASN ini akan dibuka. Masih tunggu kabar dari Pusat,” katanya.   

Tak hanya itu, Rakhmat juga belum bisa memastikan apakah kuota tersebut akan dikabulkan semua atau hanya sebagian.  Namun yang jelas Kota Solo termasuk salah satu daerah yang akan membuka rekrutmen CASN tersebut. Hanya terkait kuota tinggal menunggu kepastian dari pusat.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo mendesak Pemerintah Pusat segera mencabut moratorium CASN. Moratorium CASN membuat Pemkot kelimpungan lantaran kekurangan pegawai hingga 2.000-an orang. Setiap tahun Pemkot harus kehilangan pegawai yang pensiun hingga 400-an orang. 

“Jadi kami membutuhkan ASN banyak. Sekarang saja kami bingung harus mengisi posisi ASN yang kosong karena pensiun,” katanya.

Rudy menyebutkan beberapa pos formasi yang dibutuhkan Pemkot saat ini di antaranya tenaga pendidik, tenaga kesehatan lantaran untuk memenuhi kebutuhan pegawai di Puskesmas dan terkait rencana Pemkot membangun rumah sakit daerah Silir, Semanggi. Pemkot masih membutuhkan tenaga kesehatan, seperti perawat, bidan dan dokter spesialis.

Menurutnya kebijakan moratorium CASN oleh pemerintah pusat merugikan pemerintah daerah. “Pusat tidak tahu kondisi di daerah, mestinya tidak dipukul rata,” katanya.

Sementara ini guna mengatasi kekurangan ASN, Pemkot terus membuka peluang bagi para pegawai luar daerah yang ingin mengajukan mutasi ke Kota Solo. Pihaknya tidak akan mempersulit bagi para pegawai tersebut, asalkan mereka merupakan ASN dari tenaga teknis, kesehatan dan guru.

“Satu-satunya jalan yang paling cepat ya dengan menerima mutasi pegawai dari luar kota,” katanya.