Kecelakaan Solo: Kepala Bengkong Mengenaskan, Dikenali Dari Baju

Petugas mengevakuasi jenazah Suprapto alias Bengkong, di Solo, Sabtu (21/7 - 2018). (Solopos/Arif Fajar Setiadi)
21 Juli 2018 20:40 WIB Arif Fajar Setiadi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Kecelakaan Solo merenggut nyawa Bengkong yang bernama asli Suprapto, 35, warga Sawahan RT 001, RW 001, Ngemplak, Boyolali. Bengkong tewas dengan kondisi mengenaskan.

Penyandang tuna rungu dan tuna wicara ini tertabrak Kereta Api (KA) Kalijaga Semarang-Solo saat duduk di rel di Km 105+4 sebelah utara palang Joglo, Banjarsari, Solo, Sabtu (21/7/2018) siang.

Menurut Parwoto, 56, warga RT 002, RW 004, Kadipiro, Banjarsari, Solo, Bengkong tidak mendengar saat KA Kalijaga melaju dari arah utara saat itu dia tengah duduk-duduk di rel. Seketika saat KA Kalijaga lewat Bengkong tertabrak lalu tubuhnya terpental ke sisi barat rel sejauh 15 meter. Kepalanya mengalami luka parah dengan kondisi mengenaskan. Bengkong meninggal seketika.

Suyanto,59, kakak korban yang datang ke lokasi kejadian, mengatakan dia mengetahui adiknya itu meninggal dunia dari postingan media sosial yang ditunjukan anaknya. “Saya amati bajunya memang betul itu adik saya, saya langsung minta untuk dihantar ke sini [TKP],” terangnya kepada wartawan di lokasi kejadian.

Menurut Suyanto, setelah makan pagi korban langsung pergi tanpa izin. Korban memang kerap keluar rumah tanpa izin. “Adik saya memang agak kurang waras, bisu, dan tuli. Keluarga berencana membawa ke rumah sakit jiwa, tapi masih belum ikhlas," katanya.

Seusai melakukan olah TKP, Kanit Reskrim Polsek Banjarsari Iptu Syarifudin kepada wartawan, mengatakan dari keterangan para saksi dan keluarga kejadian ini murni kecelakaan karena korban tidak mendengar ada kereta yang melintas. Korban sendiri diserahkan kepada keluarga untuk segera dimakamkan.

“Rencana korban hendak dibawa ke RS Dr. Moewardi, Solo untuk autopsi, namun keluarga menolak karena ingin segera memakamkan jenasah korban,” jelasnya mewakili Kapolsek Banjarsari, AKP Damianus Palulungan.