Nyaleg, 2 Kades Sragen Belum Mundur

ilustrasi pemilu. (Solopos/Whisnu Paksa)
21 Juli 2018 08:00 WIB Kurniawan Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Dua kepala desa (kades) di Kabupaten Sragen didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat sebagai calon anggota legislatif (caleg) peserta Pemilu 2019  oleh pengurus DPC Partai Demokrat.

Dua kades itu yakni Kades Pendem Kecamatan Sumberlawang Hardyana dan Kades Bandung Sogo Kecamatan Ngrampal Sukarno Baskoro. Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Sragen, Budiono Rahmadi, mengonfirmasi majunya dua kades itu sebagai caleg lewat partainya.

"Dari 45 caleg yang kami daftarkan ke KPU dua di antaranya berstatus sebagai kades aktif. Mereka adalah Kades Bandung Sogo dan Pendem Mereka menyatakan siap mundur dari jabatannya," tutur Masbro, panggilan akrabnya, kepada wartawan, Jumat (20/7/2018).

Dia menjelaskan Partai Demokrat juga mendaftarkan caleg yang merupakan mantan kades, yaitu Suroso dari Desa Krikilan, Masaran. "Ada juga mantan camat di Sragen, Pak Bambang [Bambang Widyatmoko]. Sudah dilobi banyak parpol tapi dia pilih gabung kami," ujar dia.

Dengan bergabungnya kades aktif dan beberapa mantan birokrat, Masbro optimistis perolehan kursi Partai Demokrat Sragen meningkat. Setidaknya Partai Demokrat menargetkan sembilan kursi DPRD tahun depan. Jumlah itu naik 200 persen dari kursi partai saat ini.

Agar lebih menarik calon pemilih, menurut Masbro, sekitar 80 persen caleg yang diusung Partai Demokrat adalah wajah baru. Sebagian besar dari mereka diklaim masih terbilang muda. Sedangkan Kades Pendem, Hardyana, menolak berkomentar kepada wartawan.

Tapi laki-laki bertubuh kerempeng itu ikut bersama rombongan pengurus dan caleg Partai Demokrat saat mendaftar ke KPU Sragen  pada Selasa (17/7/2018) lalu. "Saya belum mengurus pengunduran diri. Tapi nanti saja lah komentar saya tentang pencalegan ini," kata dia.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen, Tatag Prabawanto, saat diwawancarai wartawan menyatakan sejauh ini belum ada kades yang mengajukan surat pengunduran diri dengan alasan mencalonkan diri dalam Pemilu Legislatif 2019.

Menurut dia hal itu sah karena memang ketentuan hukum membolehkan hal itu. "Belum ada [kades] yang mengajukan pengunduran diri. Itu kan memang seperti itu. Secara aturan, mengajukan pengunduran dirinya setelah mereka masuk DCT [daftar caleg tetap]," ujar dia.



Tokopedia