Jasad Wanita Mengapung di Bengawan Solo Sragen, Ini Identitasnya

Tim identifikasi Polres Sragen memeriksa jenazah Wigati Puji Astuti, 23, warga Gebang, Sukodono, Sragen, yang kalap di Bengawan Solo, kawasan Plupuh, Sragen, Sabtu (21/7 - 2018). (Istimewa)
21 Juli 2018 17:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN Penemuan mayat perempuan mengapung di Bengawan Solo, Sabtu (21/7/2018) pukul 10.00 WIB, menggemparkan warga Dukuh Karangasem RT 007, Desa Gentanbanaran, Kecamatan Plupuh, Sragen.

Setelah diidentifikasi, wanita malang itu diketahui bernama Wigati Puji Astuti, 23, warga Desa Gebang, Kecamatan Sukodono, Sragen. Jenazah perempuan itu dievakuasi dalam kondisi masih berpakaian lengkap, yakni bercelana panjang warna biru bermotif bunga dan berpakaian lengan panjang warna biru.

Tokopedia

Kepala Desa Gentanbanaran, Plupuh, Sragen, Sugito, saat dihubungi solopos.com, Sabtu siang, mengaku masih bersama Kapolsek Plupuh AKP Sunarso di lokasi kejadian. Dia menjelaskan saat ditemukan warga kondisi perempuan itu masih utuh dan sepertinya baru saja kalap di Bengawan Solo.

Dia mengatakan semula jenazah belum diketahui identitasnya. Setelah diselidiki, ternyata jenazah perempuan itu Wigati Puji Astuti, 23, warga Gebang, Sukodono, Sragen.

“Awalnya yang tahu warga Dukuh Sumber, Desa Bentak, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, yang berada di seberang Bengawan Solo. Orang Sumber mengetahui ada orang yang kalap. Orang Sumber itu langsung menyelamatkan dan diangkat ke daratan tetapi kondisi perempuan itu sudah tidak bernyawa. Sebelumnya ada orang yang sempat mengetahui korban berteriak meminta tolong saat hanyut di sungai,” ujar Sugito.

Sugito menjelaskan dari Dukuh Sumber itu juga ditemukan sebuah motor buatan Tiongkok yang diduga milik korban. Dia menduga korban memarkir motor kemudian pergi ke pinggir sungai. Setelah itu tidak tahu apa yang terjadi tiba-tiba langsung kalap di sungai itu.

“Sampai sekarang belum diketahui penyebab kematiannya. Dari hasil pemeriksaan fisik tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Di bagian bawah pusar ditemukan luka bekas operasi. Korban kemudian dibawa ke keluarganya di Gebang, Sukodono,” tuturnya.

Kapolsek Plupuh AKP Sunarso mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman membenarkan adanya temuan mayat tersebut. “Sebentar ini masih berkomunikasi dengan keluarga korban untuk prosesi pemakamannya,” ujar Sunarso saat dihubungi solopos.co, Sabtu siang.

Kapolsek Sukodono AKP Bambang Erwadi membenarkan bila jenazah yang tenggelam di Bengawan Solo itu merupakan warga Desa Gebang, Sukodono, Sragen.