90% Pencari SIM di Karanganyar Gagal Ujian

Peserta mengikuti Forum Diskusi di aula Satlantas Polres Karanganyar, Jumat (20/7 - 2018). (Solopos/Ponco Suseno)
21 Juli 2018 09:00 WIB Ponco Suseno Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Sebanyak 90 persen pemohon baru Surat Izin Mengemudi (SIM) gagal saat mengikuti ujian di Satlantas Polres Karanganyar. Setiap harinya, pencari SIM baru di Satlantas Polres Karanganyar mencapai 400-an orang.

Hal itu diungkapkan Kepala Unit Registrasi dan Identifikasi (Kanitregident) Satlantas Polres Karanganyar, Iptu Riedwan Prevost, mewakili Kasatlantas Polres Karanganyar, AKP Ahdi Rizaliansyah, saat ditemui wartawan seusai menghadiri Forum Diskusi Survei Kepuasan Masyarakat Pelayanan Publik Terhadap Penerbitan SIM dan SKCK di aula Satlatas Polres Karanganyar, Jumat (20/7/2018).

Tokopedia

Kegiatan itu dihadiri sejumlah komunitas klub motor, pegiat media sosial (medsos), dan beberapa perwakilan elemen masyarakat lainnya di Bumi Intanpari.

“Pencari SIM  baru di Satlantas Polres Karanganyar itu 400-an orang tiap hari. Dari jumlah itu, 90 persennya gagal menjalani tes, baik saat ujian teori atau pun ujian praktik. Penyebab banyaknya pencari SIM baru yang gagal tes karena tidak paham teori ataupun praktik. Saat tes teori sering kali mereka tak paham dengan petunjuk yang ada. Begitu juga saat tes praktik, banyak yang gagal,” kata Iptu Prevost yang juga mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto.

Guna mengantisipasi agar peserta pencari SIM baru tidak mudah gugur saat mengikuti tes teori atau pun tes praktik, Satlantas Karanganyar memberikan pengantar ke pencari SIM baru saat mengikuti tes teori dan tes praktik. Misalnya tentang apa saja yang perlu diperhatikan saat mengikuti tes teori dan praktik.

“Biasanya kami berikan pemahaman. Saat mengerjakan teori, harus betul-betul diperhatikan. Patuhi petunjuk yang ada. Begitu pula saat peserta ingin praktik, kami berikan harus selalu fokus. Bagi yang belum mahir, bisa berlatih di halaman Satlantas Polres Karanganyar secara gratis [di waktu senggang]. Saat tes praktik, kami memberikan kesempatan peserta mengulang hingga tiga kali. Biasanya, para peserta banyak yang lolos saat mengikuti ujian praktik kali kedua atau kali ketiga karena sudah pengalaman,” katanya.

Selain melayani pencari SIM baru, Satlantas Polres Karanganyar juga melayani perpanjangan SIM. Setiap harinya, pelayanan perpanjangan SIM mencapai 100-an orang.

“Kalau peserta yang memperpanjang SIM  relatif tidak ada kendala berarti. Pada forum diskusi tadi, kami juga menjelaskan tentang tata cara mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian [SKCK],” katanya.

Salah satu peserta diskusi dari Info Cegatan Karanganyar (ICK), Firdaus, sempat menanyakan lamanya waktu tunggu setiap peserta yang gagal ujian praktik untuk kembali mengikuti ujian ulangan. “Ketika ada yang gagal ujian praktik, antrenya lama [untuk mengulang ujian],” katanya.

Pertanyaan tersebut dijawab Iptu Prevost bahwa antrean mengikuti ujian praktik ulang sekitar satu pekan. “Bagi yang gagal di ujian praktik awal, harus menunggu satu pekan. Gagal di ujian praktik kedua, menunggu dua pekan. Gagal di ujian praktik ketiga, menunggu giliran tiga pekan. Peraturannya memang seperti itu,” katanya.