Pria Ini Bernama Dua Malam Sehari, Begini Sejarahnya

Dua Malam Sehari (Istimewa)
21 Juli 2018 13:30 WIB Moh Khodiq Duhri Karanganyar Share :

Solopos.com, SOLO -- Mungkin setiap orang akan mengernyitkan dahi setelah tahu nama pria berusia 43 tahun ini adalah Dua Malam Sehari. Nama pria yang kini menjabat sebagai Ketua Askab PSSI Karanganyar itu memang terbilang unik.

Hari, demikian Dua Malam Sehari biasa disapa, menjelaskan asal muasal nama unik itu disematkan kepada dirinya kala berbincang dengan solopos.com, Jumat (20/7/2018).

“Nama itu pemberian dari orang tua saya. Nama itu terlahir karena ibu saya merasakan rasa sakit yang luar biasa dalam proses kelahiran saya. Dia menahan sakit selama dua malam sehari, baru atas izin Allah, saya terlahir ke dunia. Oleh karenanya, orang tua saya memberi nama Dua Malam Sehari,” ujar Hari.

Dua Malam Sehari yang namanya memunculkan kisah unik sejak kecil sudah terbiasa bermain sepak bola. Ia mulai intens berlatih sepak bola sejak masih duduk di bangku kelas V SD. Sejak SMP, Hari sudah menjadi pemain sepak bola yang bermain di berbagai turnamen. Kecintaan pada dunia sepak bola membuat Hari mendirikan PS Putra Jaya.

Menariknya, klub sepak bola ini pernah diperkuat sejumlah mantan pemain Timnas Indonesia seperti Sukisno, Agung Setyabudi, hingga Rochy Putirai. “Saat itu, saya berkuliah di ASMI Solo. Kala itu, kampus saya memang menjadi gudang dari pemain sepak bola profesional,” jelas Hari yang menorehkan kisah unik karena namanya.

Sejak 27 Februari 2017, Dua Malam Sehari mendapat amanat menjadi Ketua Askab PSSI Karanganyar. Sebagai pegiat sepak bola, Hari punya harapan kelak ada banyak pesepak bola profesional yang terlahir dari Bumi Intanpari.

Oleh karena itu, Dua Malam Sehari yang merupakan warga Sawahan, Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah, menginginkan adanya pembinaan pemain sepak bola secara berjenjang dan dikelola secara profesional.

“Manajemen sepak bola yang baik harus dimulai dari tingkat SSB [sekolah sepak bola] hingga ke tingkat LPSB [lembaga pendidikan sepak bola]. Dengan manejemen yang baik akan tercipta generasi pesepak bola profesional yang tak hanya membawa nama baik pribadi tetapi juga nama Karanganyar ke jenjang nasional bahkan internasional,” paparnya.