Rahayu Saraswati Bagikan Trik Mendulang Suara Pemilu

Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (duduk, baju putih) menghadiri prosesi syukuran sebelum pembangunan Wisata 101 Sendang di Dusun Wates, Jumantoro, Kecamatan Jumapolo, Karanganyar, Jumat (20/7 - 2018). (Solopos/Sri Sumi Handayani)
21 Juli 2018 13:00 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Politikus Partai Gerindra, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, mengaku mendulang suara dengan cara bergerilya bersama tim RSD (Rahayu Saraswati Djojohadikusumo). Cara itu berhasil mengantarkan ibu dua anak itu mendulang 47.542 suara pada pemilu legislatif tahun 2014.

Sara, sapaan akrabnya, menunjukkan salah satu cara gerilya. "Selama ini gerilya ketemu kepala dusun, kepala desa. Saya tanya apa potensi masing-masing. Saya keliling," tutur Sara di sela-sela mengecek sendang di Dusun Wates, Desa Jumantoro, Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar, Jumat (20/7/2018). 

Begitu mendapat masukan dari warga, Sara mengirim tim RSD untuk mengecek. Setelah itu, tim akan menyimpulkan dan memutuskan hal apa yang dapat dilakukan untuk membantu warga. Seperti yang dilakukannya di salah satu jurang sedalam 20 meter di Karanganyar.

Dia mengajak tim RSD menyusuri tangga buatan pada jalan setapak di jurang di Dusun Wates. Rahayu Saraswati mengecek Sendang Ageng atau Gede bersama sejumlah warga. Mengenakan sepatu jenis delta warna cokelat susu, celana kain warna senada dengan sepatu, dan kemeja putih lengan pendek.

Lokasi sekitar Sendang Ageng atau Gede akan dikembangkan sebagai objek wisata alam. Rahayu Saraswati menuturkan tim RSD mendampingi warga membangun tempat pemandian alam, gazebo, dan kolam pemancingan. Warga memanfaatkan potensi ratusan sendang di Desa Jumantoro.

"Muncul nama Desa Wisata 101 Sendang. Sebenarnya banyak tempat-tempat seperti ini di Jawa. Wisata histori, adat, dan budaya. Kami cari untuk dilestarikan dan dimanfaatkan masyarakat. Ini potensi besar. Sayang kalau tidak dikembangkan," ujar Sara saat berbincang dengan wartawan.

Sara menceritakan bagaimana Walt Disney World dibangun di atas rawa. Saat itu tidak ada hal menarik di lokasi itu. Tetapi, Walt dan Roy Disney melihat "emas" di rawa-rawa. Dia berharap upaya yang dilakukan warga Dusun Wates membuahkan hasil seperti kali pertama pembangunan Walt Disney World.

"Itu yang ingin dicontoh. Rencana melestarikan dan menjaga alam, dikembangkan sedikit dengan memperhatikan estetika supaya menarik wisatawan. Kami dampingi warga mengembangkan potensi. Akan dibangun sembilan gazebo di sekitar sendang, kolam lele," tutur dia.

Sara mendukung rencana warga yang ingin memanfaatkan potensi lokal demi kemakmuran masyarakat. Dia menegaskan tim RSD mendampingi warga bagaimana caranya mengembangkan lokasi.

"Kami legislatif hanya menjembatani. Bukan profit oriented. Ini dari masyarakat dan akan dinikmati mereka. Adat, budaya, dan histori dusun ini potensi wisata. Lokasi ini dikembangkan agar menarik wisatawan dari luar Karanganyar," ujar dia.

Bayan Wates, Agus Dwi Santoso, menuturkan warga menggodok rencana pengembangan Desa Wisata 101 Sendang sejak lima tahun lalu. Warga melakukan pendekatan terhadap sejumlah pihak. Sara dan timnya merespons upaya warga. Mereka menunjukkan keseriusan dengan bekerja bakti mengumpulkan bahan untuk membangun "mimpi".

"Desa kami dikelilingi sendang. Sendang masih dimanfaatkan untuk air minum, mandi, mencuci, dan lain-lain. Status tanah kas desa. Rencana akan dibangun wahana wisata alam di sekitar Sendang Gede dan Sendang Kerok," tutur Agus.

Warga berkomitmen merevitalisasi kompleks sekitar Sendang Ageng secara swadaya dan memanfaatkan bahan baku di lingkungan sekitar. Langkah itu didukung sesepuh desa. Salah satunya F. X Sihno Harso Wiseno. Dia berharap pengelolaan sendang dapat memberikan manfaat bagi warga. 

Tokopedia