Bau Busuk Limbah PG Mojo Ganggu Warga Sragen Kota

Saluran air di depan Kompleks Sasana Manggala Sukowati (SMS) Sragen berisi limbah cair buangan dari PG Mojo Sragen, Minggu (22/7 - 2018) siang. (Solopos/Kurniawan)
22 Juli 2018 20:15 WIB Kurniawan Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Sejumlah warga di Kabupaten Sragen  terutama di wilayah Kecamatan Sragen kota mengeluhkan bau busuk dari limbah cair buangan Pabrik Gula (PG) Mojo Sragen beberapa pekan terakhir.

Limbah cair itu mengalir ke saluran-saluran air di Sragen kota, terutama wilayah barat, seperti di saluran air depan Kompleks Gedung DPRD Sragen dan depan Kompleks Sasana Manggala Sukowati (SMS) Sragen.

Tokopedia

Debit air yang minim membuat aliran air tidak lancar dan malah mandek. Hal tersebut membuat bau busuk sangat terasa saat warga melintas atau beraktivitas di sekitar saluran itu.

Seperti disampaikan Ahmad, salah seorang pengguna jalan saat melintas di depan Gedung SMS, Minggu (22/7/2018). "Baunya tidak enak sekali. Sudah sekitar sepekan ini tercium bau seperti ini," ujar dia.

Warga Ngrampal tersebut menuturkan munculnya bau busuk dari limbah cair PG Mojo sudah rutin terjadi tiap tahun. Tapi menurut dia tahun sebelumnya munculnya bau tidak lama.

"Memang sudah biasa muncul bau tidak enak seperti ini. Tapi seingat saya dulu hanya beberapa hari. Ini sudah lebih dari sepekan masih saja bau. Tidak tahu akan sampai kapan baunya," kata dia.

Penuturan senada disampaikan Nana, warga Sragen  kota, kepada Solopos.com, akhir pekan lalu. Dia dan keluarganya mengaku sangat terganggu bau busuk dari limbah cair PG Mojo.

Bau tidak enak itu, menurut dia, sangat terasa pada malam hari. Akibatnya beberapa anggota keluarganya sampai muntah-muntah saking tidak tahannya dengan bau busuk limbah cair itu.

"Kalau pas musim giling tebu ya seperti ini. Baunya tidak enak sekali. Kalau malam pasti muntah-muntah. Seingat saya baru tahun ini baunya sangat parah. Dulu-dulu tak separah ini," aku dia.

Perwakilan pejabat dari PG Mojo Sragen, Ersetiyoso, saat dihubungi Solopos.com melalui layanan pesan Whatsapp (WA), Minggu, menyatakan segera menindaklanjuti keluhan masyarakat itu. Menurut dia, salah satu penyebab bau limbah cair PG Mojo tercium lama yaitu aliran air saluran (drainase).

Sepekan terakhir debit air saluran tersebut sangat kecil. Akibatnya limbah cair dari PG Mojo tidak bisa cepat mengalir ke pembuangan akhir. "Di jalur airnya sepekan lebih sangat minim. Bahkan bisa dibilang debit airnya sudah nol," kata dia.

Untuk mengatasi masalah bau yang muncul, menurut Ersetiyoso, PG Mojo menyebarkan bakteri pengurai. Langkah itu sudah dilakukan sejak Jumat (20/7/2018) dan diulangi lagi pada Minggu ini.

"Penyebaran bakteri pengurai sudah kami lakukan sejak Jumat. Tapi karena aliran air tidak lancar baunya masih muncul. Siang ini tadi [Minggu] kami sebar lagi bakterinya," kata dia.