Sampah Berserakan di Sekitar Asrama Haji Boyolali Bikin Risih

Sampah-sampah berserakan di tepi jalan kompleks Asrama Haji Donohudan (AHD), Ngemplak, Boyolali, Jumat (20/7 - 2018). (Solopos/Aries Susanto)
22 Juli 2018 23:15 WIB Aries Susanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Sampah plastik dan dedaunan bekas bungkus makanan berserakan di tepi jalan raya sekitar Kompleks Asrama Haji  Donohudan (AHD), Ngemplak, Boyolali. Kondisi ini dipicu banyaknya aktivitas belanja dan makan-minum rombongan pengantar jemaah haji dari berbagai daerah.

Berdasarkan pantauan Solopos.com di lokasi, sampah-sampah berserakan ditemukan di sepanjang tepi jalan sisi selatan AHD sejauh 300-an meter. Sebagian sampah-sampah dari sisa pembungkus plastik, kertas, dan dedaunan itu tak sedikit yang masuk ke parit, areal sawah, serta jalan raya.

Tokopedia

"Kalau sudah dibersihkan, besoknya menumpuk lagi. Karena memang banyak orang," keluh salah satu petani, Suratmin, kepada Solopos.com, Jumat (20/7/2018).

Banyaknya sampah tersebut merupakan dampak langsung akibat banyaknya pengantar jemaah calon haji yang berdatangan ke AHD. Setiba di AHD, para pengantar yang menumpang bus-bus tersebut keluar untuk berbelanja, makan dan minum.

"Karena saking banyaknya orang, maka tak sedikit sampah-sampah itu dibuang seenaknya di tepi jalan. Akibatnya, ya seperti ini," ujar salah satu pedagang asongan di AHD, Suyanti, Jumat.

Menurut Suyanti, kedatangan rombongan jemaah calhaj  terjadi sejak Rabu (18/7/2018) lalu. Mereka berasal dari Pantura, seperti Tegal dan Pekalongan. Lazimnya tradisi musim haji, tak hanya pedagang musiman yang berdatangan mencari nafkah.

Para pengantar jemaah calhaj juga berdatangan dengan jumlah cukup banyak. Selama di lokasi, mereka disambut para pedagang makanan dan minuman serta pedagang oleh-oleh.

"Mereka datang menumpang bus umum atau kendaraan pribadi. Mereka kan tidak bisa masuk ke asrama haji, jadi banyak yang berbelanja di luar asrama haji," jelasnya.

Kasubag Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Asrama Haji Donohudan, Afif Mundzir, mengatakan sebenarnya PPIH telah mengimbau kepada para pengantar calhaj agar tak ikut sampai ke AHD. Selain sangat berisiko di jalan raya dan biaya transportasi cukup tinggi, kehadiran mereka di Asrama Haji berpotensi mengganggu konsentrasi calhaj.

"Pengiring cukup mengantar sampai di masing-masing Pendapa Pemkab setempat saja. Toh di masing-masing rumah juga sudah ada acara pamitan haji. Kalau mengantar sampai ke sini, sangat berisiko bagi calhaj maupun warga," kata dia.