Solopos Hari Ini: Koruptor Tak Miskin di Sukamiskin

Harian Umum Solopos edisi Senin (23/7 - 2018).
23 Juli 2018 11:00 WIB Ginanjar Saputra Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Keberadaan sel mewah untuk narapidana kasus korupsi di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Sukamiskin, Bandung, menjadi cerita yang terus berulang. Kondisi di LP itu disebut fenomena gunung es karena kasus yang sama sangat mungkin terjadi di LP lain.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan transaksi agar koruptor mendapatkan sel mewah dilakukan secara terang-terangan. "KPK menemukan bukti-bukti permintaan tersebut, baik langsung maupun tidak langsung, bahkan tidak lagi menggunalan sandi atau kode-kode terselubung, sangat terang, termasuk pembicaraan tentang nilai kamar dalam rentang Rp200 juta sampai dengan Rp500 juta per kamar," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Minggu (22/7/2018).

Tokopedia

Kabar tentang sel mewah di Lapas Sukamiskin itu menjadi salah headline di Harian Umum Solopos edisi hari ini, Senin (23/7/2018). Kabar tersebut dapat dibaca secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Selain itu, kisah inspiratif dari seorang pemuda di Klaten juga menjadi salah satu berita utama pada Harian Umum Solopos edisi hari ini. Kisah inspiratif itu ditorehkan pemuda Klaten yang rela menambang pasir demi membiayai kuliahnya.

Menambang Pasir, Mengejar Asa Berkuliah

Potret pekerja anak tergambar jelas dari penambangan pasir di lereng Gunung Merapi di Kemalang, Klaten. Saat Solopos datang ke rumahnya, Ari Yunanto, 16, sedang menyapu lantai ditemani dendangan musik dangdut koplo. Ia bergegas menyelesaikan pekerjaan dan berbincang di ruang tamu. Menyapu lantai rumah menjadi pekerjaan rumah Ari selain mencari pakan rumput untuk sapi-sapi milik ayahnya.

Saat akhir pekan, pekerjaannya bertambah, yakni menambang pasir di Kali Woro bersama ayah dan ibunya. Jarak lokasi tambang ke rumahnya di Dukuh Karangbutan, Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, sekitar satu kilometer.

Baca selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya, polemik zonasi PPDB masih menghiasi halaman utamanya. Ada pula kabar tentang perayaan ulang tahun SMP Bintang Laut Solo yang diwarnai dengan dukungan terhadap Asian Games 2018.

Pertimbangkan Tempat Tinggal dan Lokasi

Perubahan zonasi diharapkan tetap mengutamakan kedekatan tempat tinggal dan lokasi sekolah. "Kami sebelumnya telah mengusulkan agar zonasi yang ada sekarang diubah karena belum meratakan siswa dalam memilih sekolah. Perubahan zonasi nanti harus tetap mengutamakan tempat tinggal dan lokasi sekolah," ujar Ketua MKKS SMPN, Sutarmo, saat dihubungi Solopos, Minggu (22/7/2018).

Sutarmo mengungkapkan tahun ini merupakan kali pertama Pemkot Solo menerapkan zonasi sekolah SMPN. Hal tersebut membuat sekolah favorit tetap menjadi pilihan utama siswa. Ia berharap zonasi tahun depan tidak ada lagi sekolah favorit yang dibanjiri siswa.

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Rayakan Ulang Tahun dan Dukung Asian Games

Suasana car free day (CFD) di Jl. Slamet Riyadi Solo tepatnya di sekitar SMP Pangudi Luhur Bintang Laut terasa berbeda, Minggu (22/7/2018). Para siswa sekolah itu bersama guru dan alumni mendominasi tempat itu. Memang ada yang beda karena saat itu sedang berlangsung perayaan HUT ke-60 SMP Pangudi Luhur Bintang Laut.

Baca secara lengkap di: E-Paper Solopos.