Jambret Tas Mahasiswa, Pria Solo Ini Mewek Dihajar Massa

Kapolsek Laweyan, Kompol Ari Sumarwono (kiri), memintai keterangan pelaku jambret di Mapolsek Laweyan, Solo, Senin (23/7 - 2018). (Solopos/Muhammad Ismail)
23 Juli 2018 16:15 WIB Muhammad Ismail Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Nur Wahyudi, 24,warga Kampung Joyotakan RT 005/RW 006, Joyotakan, Serengan, Solo, menangis seusai tertangkap dan dihajar massa gara-gara menjambret di Jl. Sidoluhur, Kampung Batik Laweyan, Kelurahan/Kecamatan Laweyan, Senin (23/7/2018).

Nur Wahyudi mengaku tak bisa menahan emosi saat teringat anaknya yang masih berusia 1,5 tahun sehingga menangis saat dibawa ke Mapolsek Laweyan. Kepada polisi, Nur Wahyudi juga mengaku menjambret karena butuh uang untuk menghidupi anak dan istrinya.

Tokopedia

“Saya telah menjambret di tiga lokasi yakni Serengan, Desa Cemani [Grogol, Sukoharjo], dan Laweyan. Saat beraksi di Kampung Batik Laweyan pukul 09.00 WIB ditangkap warga,” ujar Wahyudi saat ditemui wartawan di Mapolsek Laweyan, Senin.

Wahyudi sehari-hari bekerja sebagai pengatur lalu lintas tanpa seragam di kawasan perempatan dekat rumahnya. “Saya melihat dua perempuan naik sepeda motor berboncengan masuk gang kampung. Kemudian saya membuntuti mereka dari belakang dan langsung mengambil tas milik korban yang berada di bagian belakang,” ujar dia.

Korban jambret itu diketahui bernama Reza Ayu Amalia, 18, warga Dusun Krajan Lor RT 003/RW 002, Desa Tuko, Pulokulon, Grobogan. Reza merupakan calon mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Wahyudi panik saat Reza berteriak maling. Saat itulah, Wahyudi terjatuh dari sepeda motor dan langsung dihajar massa. Beruntung petugas datang dan menyelamatkannya dan membawanya ke Mapolsek Laweyan.

Kapolsek Laweyan, Kompol Ari Sumarwono mewakili Kapolresta Surakarta Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo mengungkapkan Wahyudi terjatuh setelah sepeda motor Honda Vario berpelat nomor AD 2849 BJ yang dikendarainya menabrak trotoar.

“Kami menduga dia [Wahyudi] terjatuh menabrak trotoar karena tidak menguasai medan. Kami mendapatkan informasi ada jambret ditangkap dan dihajar massa langsung datang ke lokasi,” ujar Ari.

Petugas Polsek Laweyan mengamankan barang bukti berupa tas selempang warna biru milik Reza berisi charger ponsel, powerbank, bedak, dan uang senilai Rp114.000. Wahyudi dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan (curas) dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

"Saat membawa Wahyudi dari lokasi kejadian sampai Mapolsek Laweyan Wahyudi menangis karena teringat anaknya di rumah yang masih berusia 1,5 tahun," kata dia.