Pabrik Mebel Gumpang Terbakar, Ratusan Siswa Berlarian, Guru Pingsan

Petugas pemadam kebakaran memadamkan api di pabrik furnitur di Gumpang, Kartasura, Sukoharjo, Senin (23/7 - 2018). (Solopos/Iskandar)
23 Juli 2018 15:00 WIB Iskandar Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Ratusan siswa SDN Gumpang 01, Kartasura, Sukoharjo, berlarian dan seorang guru pingsan akibat panik dan ketakutan saat gudang mebel/furnitur CV Anjana di dekat sekolah itu terbakar, Senin (23/7/2018) pagi.

Sekolah yang memiliki 321 siswa bangunannya berimpitan dengan pabrik furnitur atau mebel yag terbakar hanya dibatasi pagar tembok.

Tokopedia

“Tadi kami baru upacara karena kepala sekolah berpamitan mau pindah ke salah satu SD di Kartasura. Tetapi karena api dengan cepat membesar, anak-anak panik terus berlarian ke luar kompleks sekolah sambil menangis. Salah satu teman kami Bu Indrawati yang juga panik akhirnya pingsan,” ujar salah satu guru SDN Gumpang 01, Siti Zulaikhah, ketika ditemui wartawan di sela-sela menenangkan diri dengan beberapa guru lainnya di halaman sekolah, Senin (23/7/2018).

Menurut dia, saat pabrik terbakar  di sekolah itu sedang ada upacara pamitan Kepala SDN Gumpang 01 yang akan pindah ke SDN Kartasura 01. Namun, acara yang baru dimulai beberapa saat itu langsung bubar saat api semakin membesar dan para siswa ketakutan sambil menangis.

Dia menjelaskan orang tua murid yang sebagian masih berada di halaman sekolah segera mengajak anak-anak mereka pulang. Sedangkan beberapa beberapa siswa lainnya diajak ke rumah warga di depan sekolah.

Bersamaan dengan itu, sejumlah guru berjibaku nekat masuk ke beberapa kelas untuk menyelamatkan dokumen dan arsip yang tersimpan. Barang-barang tersebut diusung keluar diletakkan di halaman sekolah.

Penyelamatan itu dilakukan karena musala dan rumah penjaga SD yang berada di pojok barat daya terkena jilatan api. Guna melokalisasi kebakaran sejumlah warga membobol pagar tembok dekat musala dan rumah penjaga SD.

Sementara itu salah seorang siswa kelas II, Rian Adimas Saputra, yang ditemui Solopos.com di sela-sela melihat pemadaman api mengaku masih shock. “Tadi saya dan teman-teman banyak yang menangis karena memang menakutkan,” kata dia.

Salah seorang siswa lainnya, Narendra, yang duduk di kelas IV juga mengaku ketakutan ketika kebakaran pabrik mebel kualitas ekspor ini terjadi. Akibatnya seluruh peserta upacara yaitu siswa dan para guru berlarian menjauh dari sumber kebakaran.

“Saya tidak menangis, tetapi tetap takut. Karena itu saya tadi dan teman-teman langsung lari keluar halaman sekolah menjauh dari kebakaran,” kata dia.

Kepala SDN Gumpang 01, Sri Lestari, mengatakan guna menenangkan anak-anak, siswa kelas I, II, dan III diliburkan dulu. “Biar tenang besok anak-anak kelas I, II dan III kami liburkan maksimal tiga hari. Sedangkan siswa kelasa IV, V dan VI tetap masuk seperti biasa,” papar dia.

Dia berharap pagar tembok atau tembok lainnya yang terkena paparan api dan membahayakan segera dirobohkan. Jika tak dirobohkan dikhawatirkan akan membahayakan siswa.

Dia mengakui secara material kerugian yang diderita sekolahnya tak terlalu besar. Namun kerugian nonmaterial dinilai mengkhawatirkan sebab banyak siswa yang ketakutan dan menangis histeris ketika terjadi kebakaran.

Kanit Reskrim Polsek Kartasura Iptu Tugiyo mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, mengatakan hingga kemarin siang belum bisa memastikan penyebab kebakaran. Namun dari keterangan beberapa saksi kebakaran diduga dipicu api pembakaran limbah kayu jati sisa bahan mebel.

“Katanya kemarin ada yang membakar sampah di dalam lingkungan pabrik. Mungkin apinya belum mati sudah ditinggal sehingga ketika terkena angin api membesar dan membakar isi gudang. Untuk taksiran kerugian belum bisa kami hitung. Mungkin nanti kalau pemiliknya yaitu Pak Irawan sudah menghitung akan segera melapor ke Polsek Kartasura,” papar dia.

Dia menambahkan pemadaman api setidaknya melibatkan sembilan unit mobil pemadam kebakaran dari Kota Solo, Sukoharjo, Karanganyar, Boyolali dan Wonogiri.