Pemilu Legislatif Sragen Sengit di Dapil 1 dan 6

ilustrasi pemilu. (Solopos/Whisnu Paksa)
23 Juli 2018 01:15 WIB Kurniawan Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Persaingan sengit calon anggota legislatif (caleg) memperebutkan kursi DPRD Sragen 2019-2024 bakal terjadi di Daerah Pemilihan (Dapil) 1 dan Dapil 6. Di dua dapil ini muncul sejumlah caleg baru potensial yang siap mengganggu kemapanan 18 caleg petahana (incumbent).

Dapil 1 Sragen meliputi Sragen, Sidoharjo, dan Masaran. Ada 10 caleg petahana yang maju dari dapil ini. Sedangkan di Dapil 6 Sragen yang meliputi Ngrampal, Karangmalang, dan Kedawung, tercatat ada delapan caleg petahana.

Tokopedia

Dari sisi penantang, informasi yang dihimpun Solopos.com, caleg baru potensial yang maju lewat Dapil 6 Sragen ada Kombes Pol. Purn. Sarbini, mantan anggota Brimob dari Desa Jenggrik, Kedawung, yang maju melalui Partai Golkar.

Ada juga nama Wulan Purnamasari yang merupakan istri Ketua DPC PDIP Sragen Untung Wibowo Sukowati sekaligus menantu mantan Bupati Sragen Untung Wiyono. Wulan mendapat nomor urut satu di daftar caleg  PDIP Dapil 6.

Nama lain yang siap meramaikan Dapil 6 Sragen ada Nawonggo Pramudyo, Ketua DPC Partai Hanura Sragen. Manuver eks Ketua DPC Partai Gerindra Sragen itu menarik disimak lantaran di Dapil 6 ada mantan koleganya di Partai Gerindra, Hagung Susilo Bayu Aji.

Hagung adalah caleg petahana Partai Gerindra. Tak ketinggalan, Sekretaris DPC Partai Demokrat Sragen, Saefudin, siap meramaikan persaingan di Dapil 6 Sragen. Kedekatannya dengan salah satu organisasi masyarakat (ormas) menjadi keuntungan tersendiri bagi dia.

Sengitnya persaingan antarcaleg juga bakal terjadi di Dapil 1 Sragen. Sepuluh caleg petahana akan menghadapi gempuran puluhan caleg baru. Di dapil ini, pola pikir kritis masyarakat perkotaan menjadi tantangan tersendiri. Tak mudah mendapatkan simpati pemilih kota.

"Dilihat dari komposisi caleg dan karakteristik pemilihnya, pertarungan paling ketat akan terjadi di Dapil 6 dan Dapil 1 Sragen. Dengar-dengar Sugiyamto [mantan Ketua DPRD Sragen] maju lagi dari Dapil 1 Sragen," ujar pemerhati politikus Sragen, Saiful Hidayat, Minggu (22/7/2018).

Mantan legislator DPRD Sragen itu mengingatkan para caleg petahana agar tak jemawa. Menurut kalkulasinya ada beberapa caleg  petahana yang berpotensi tumbang dalam pemilu tahun depan. "Lumayan banyak [caleg petahana] yang bakal tumbang nanti," kata dia.

Terpisah, Ketua Forum Masyarakat Sragen, Andang Basuki, menilai kunci penting terpilih atau tidaknya caleg adalah komunikasi politiknya dengan konstituen (pemilih). Komunikasi politik meliputi juga kemampuan caleg menjadi problem solver bagi para pemilihnya.

Faktualnya, masalah yang dihadapi masyarakat tidak jauh dari kebutuhan akan anggaran pembangunan. Dengan kondisi itu caleg petahana dinilai Andang punya posisi tawar lebih tinggi. Mereka dibekali voucher (dana aspirasi) yang nilainya miliaran rupiah.