Dikira Pencuri, Pemuda Stres Dihajar Warga Sragen Sampai Pingsan

ilustrasi penganiayaan dan pengeroyokan. (Solopos/Dok)
23 Juli 2018 18:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Seorang pemuda tak dikenal dianiaya dan menjadi bulan-bulanan warga Dukuh/Desa Taraman, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Senin (23/7/2018) dini hari.

Pemuda yang mengaku dari Sunda itu dicurigai warga sebagai pencuri pompa air di areal persawahan perbatasan wilayah Desa Taraman dan Desa Tenggak. Selama empat hari terakhir, dua desa itu dihebohkan banyaknya petani yang kehilangan pompa air.

Tokopedia

Seorang warga Dukuh Nyawak RT 001, Desa Tenggak, Sidoharjo, Sragen, Puji, 40, yang tinggal tak jauh dari lokasi pengeroyokan  pemuda yang belum diketahui identitasnya itu menceritakan peristiwa tersebut kepada Solopos.com, Senin.

“Sejak empat malam lalu banyak petani yang kehilangan pompa air, termasuk milik saya dan kakak saya. Jumlah petani yang kehilangan pompa sudah banyak dan tidak bisa dihitung. Nah, Minggu [22/7/2018] malam, warga geregeten dan dedep [mengintai] malingnya itu,” ujar Puji.

Saat warga siaga mengintai, kata dia, ada seorang pemuda dengan gerak gerik mencurigakan. Pemuda itu kemudian ditangkap warga dan dipukuli hingga babak belur.

“Warga belum sempat menginterogasi orang itu. Orangnya sudah babak belur sampai pingsan. Kemudian orangnya dibawa ke Polsek Sidoharjo. Katanya orang Sunda. Warga yakin bila ada orang lain yang bekerja sama dengan laki-laki itu,” ujarnya.

Kapolsek Sidoharjo AKP Agus Taruna mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman saat dihubungi Solopos.com, Senin siang, membenarkan ada kejadian itu tetapi polisi belum berani memastikan pemuda itu pencuri, hanya dicurigai sebagai pencuri.

Agus menyampaikan pemuda itu masih ditangani Kanit Reskrim Polsek Sidoharjo. Kanit Reskrim Polsek Sidoharjo Ipda Sulardi menyampaikan pemuda itu belum bisa dimintai keterangan karena pembicaraannya tidak jelas. Sulardi pun kesulitas mengorek identitas pemuda itu.

“Awalnya hanya ditegur warga tetapi malah lari. Warga mengejar pemuda itu dan setelah tertangkap dihajar bersama-sama. Kemudian pemuda itu diserahkan ke Polsek Sidoharjo sekitar pukul 01.00 WIB,” ujarnya.

Foto pemuda yang babak belur itu sempat viral di media sosial. Pemuda itu mengenakan kaus hitam dengan identitas seperti milik Ikatan Pencak Silat Nahdlatul Ulama (IPSNU) Pagar Nusa Sragen.

Pejabat Humas IPSNU Pagar Nusa Sragen, Suparno, bersama pengurus lainnya langsung meminta konfirmasi ke Polres Sragen. Suparno menerima penjelasan dari Kasatreskrim Polres Sragen AKP Yuli Munasoni kalau pemuda yang dicurigai sebagai pencuri itu diduga orang gila.

“Kami meminta tabayun ke Polsek Sidoharjo. Dari Polsek Sidoharjo, kami mendapat keterangan kronologinya. Awalnya pemuda itu dipergoki warga di persawahan areal Desa Singopadu pada tengah malam. Pemuda itu dikejar kemudian tertangkap di wilayah Desa Taraman. Pemuda itu tertangkap dengan mengenakan kaus mirip milik Pagar Nusa Plupuh tetapi saat diwawancari ternyata diduga stres,” ujarnya.

Hasil koordinasi Polsek Sidoharjo ke Polsek Plupuh dan Pagar Nusa Plupuh ternyata pengurus Pagar Nusa Plupuh tidak mengenal pemuda itu. Dari hasil pengembangan interogasi, kata dia, pemuda itu diketahui bernama Agus Salim, warga Majalengka, Jawa Barat.

“Setelah diperiksa kejiwaannya disimpulkan pemuda itu gila dan diserahkan ke Dinas Sosial. Kausnya disita dan dikembalikan ke Pagar Nusa Plupuh,” tuturnya.