Bocah SD Sragen Tenggelam Saat Mandi di Saluran Colo Timur

ilustrasi tenggelam. (Solopos/Dok)
23 Juli 2018 18:25 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Seorang bocah asal Dukuh Randu Kuning RT 001/RW 001, Desa Krebet, Kecamatan Masaran, Sragen, Miftahul Huda, 11, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia akibat tenggelam di Saluran Irigasi Colo Timur, Dukuh Randu Kuning, Senin (23/7/2018) pukul 13.30 WIB.

Bocah Kelas V SDN 1 Krebet tersebut tenggelam karena tidak bisa berenang. Peristiwa itu diketahui Kepala Desa Krebet, Anggun Mahardika, setelah mendapat laporan dari warga.

Anggun menjelaskan peristiwa itu bermula saat Miftahul mandi di Saluran Colo Timur bersama dua temannya, Bayu dan Dimas. Saat terjun ke sungai bersama-sama, kata dia, tiba-tiba Miftahul tenggelam  karena tidak bisa berenang. Bayu dan Dimas naik ke daratan dan segera melapor ke warga sekitar.

“Kedalaman airnya mencapai leher orang dewasa. Miftahul itu merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara. Korban berhasil dievakuasi dari dasar Saluran Colo Timur pada pukul 14.00 WIB dan diserahkan ke pihak keluarga. Pencarian korban dilakukan oleh tim dari BPBD [Badan Penanggulangan Bencana Daerah] dan Poldes Sepat,” ujarnya saat dihubungi Solopos.com, Senin sore.

Anggun menjelaskan Miftahul sempat diperiksa tim medis Puskesmas Masaran bersama Polsek Masaran dan tim identifikasi Polres Sragen. Dari hasil pemeriksaan fisik, kata dia, Miftahul dinyatakan meninggal dunia karena tenggelam dan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. “Korban dimakamkan pada Selasa besok,” katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Sragen, Sugeng Priyono, menjelaskan tim BPBD yang terjun ke lokasi kejadian ada tujuh orang. Dia mengatakan mereka merupakan anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sragen.

“Kami sempat menyerahkan bantuan sembako kepada keluarga korban,” tuturnya.