Nyaleg, 3 Kades Boyolali Ditunggu Surat Pengunduran Dirinya

ilustrasi pemilu. (Solopos/Whisnu Paksa)
23 Juli 2018 03:15 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Tiga kepala desa (kades) di aktif mendaftar sebagai bakal calon anggota legislatif  (bacaleg) DPRD Boyolali pada Pemilu 2019. Ketiga kades yang mendaftar melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini belum menyertakan surat keputusan (SK) pemberhentian permanen dari Bupati Boyolali.

Hal tersebut diungkapkan Ketua KPU Boyolali Siswadi Sapto Harjono kepada wartawan seusai Acara Penyampaian Berita Acara Hasil Verifikasi Kelengkapan dan Keabsahan Dokuman Bacaleg Anggota DPRD Boyolali pada Pemilu 2019 di Hotel Pondok Indah Boyolali, Sabtu (21/7/2018).

Tokopedia

“Tiga kades mencalonkan diri dari PDIP sampai saat ini belum ada surat pemberhentian permanen dari Bupati,” ujarnya.

Karenanya, dia meminta kepada yang bersangkutan agar segera melengkapi syarat tersebut pada masa perbaikan yang akan berakhir 31 Juli. “Dalam masa perbaikan, syarat bacaleg ini mesti dilengkapi. Ini wajib. Kalau sampai batas waktu 31 Juli persyaratan itu tidak dilengkapi ya mereka akan dinyatakan tidak memenuhi syarat [TMS]," kata Siswadi.

Sementara itu, Sekretaris DPC PDIP Boyolali Sarno mengakui ada tiga kades yang mendaftar sebagai bacaleg dari PDIP. Ketiganya berasal dari Musuk, Klego, dan Kemusu.

Menurut Sarno, saat ini SK pemberhentian dari Bupati untuk para kades itu sudah dalam proses sehingga tinggal menunggu waktu. Dia optimistis SK tersebut dapat diserahkan ke KPU Boyolali sebelum masa perbaikan berakhir.

Dia menjelaskan persyaratan kades yang mendaftar sebagai bacaleg ini sudah sesuai, tinggal melengkapinya dengan SK pada masa perbaikan. “Persyaratan kami sudah memenuhi walaupun SK Bupati belum dikeluarkan. Persyaratan saat mendaftar itu surat pengunduran diri kades bersangkutan dan juga melampirkan tanda terima surat pengunduran itu dari pejabat yang berwenang serta surat pengunduran diri dalam proses dari pejabat yang berwenang. Semua sudah kami lampirkan jadi tidak ada masalah. Di waktu perbaikan SK ini nanti akan kami serahkan ke KPU,” tegasnya.

Sementara itu, anggota Komisioner Divisi Teknis KPU Boyolali, Pardiman, mengatakan tidak ada partai lain selain PDIP yang mendaftarkan bacaleg dari kalangan kades pada Pemilu 2019 tersebut.

Berdasarkan verifikasi kelengkapan dan keabsahan dokumen bacaleg anggota DPRD Boyolali, hanya 30 persen dari 347 bacaleg yang diusung 14 parpol yang menenuhi syarat. Selebihnya atau sekitar 70 persen belum memenuhi syarat.

Menurutnya, sebagian besar belum melampirkan surat keterangan sehat dari rumah sakit dan dokumen dari Pengadilan. Dokumen ini adalah surat pernyataan tidak pernah dipidana penjara karena melakukan tindakan pidana yang ancaman hukumannya lima tahun lebih dari Ketua Pengadilan Negeri (PN) Boyolali.

“Kami berharap agar mereka dapat melengkapi persyaratan  tersebut pada masa perbaikan,” ujarnya.