2 Jam Tim Puslabfor Selidiki Kebakaran Pabrik Gumpang

Anggota tim Puslabfor Polda Jateng menyelidiki penyebab kebakaran pabrik mebel CV Andatu Jati di Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura, Selasa (24/7 - 2018). (Istimewa)
24 Juli 2018 20:15 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polda Jateng datang ke lokasi pabrik dan gudang mebel CV Andatu Jati di Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo,  Selasa (24/7/2018), untuk melakukan pemeriksaan dan mencari tahu penyebab kebakaran  tersebut.

Mereka bekerja melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran pabrik mebel yang terjadi Senin (23/7/2018) pagi itu selama sekitar dua jam mulai pukul 11.00 WIB. Tim Puslabfor Polda Jateng dipimpin Kepala Sub Bid Fisika Puslabfor Polda Jateng, AKBP Teguh Prihmono.

Selama dua jam itu, Tim Puslabfor mengelilingi bangunan pabrik mebel guna mencari sumber api. Namun demikian, tim belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kebakaran itu. Tim hanya mengungkap api diduga kuat berasal dari ruang penyimpanan stok barang dan finishing.

Sementara total kerugian material akibat kebakaran  di pabrik mebel itu ditaksir senilai Rp600 juta. “Berdasarkan hasil olah TKP diduga kuat sumber api berasal dari ruang penyimpanan stok barang yang juga digunakan untuk finishing mebel,” kata Kapolsek Kartasura, AKP Sarwoko, mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, saat dihubungi Solopos.com, Selasa.

Tim Puslabfor telah mengambil sisa kabel jaringan instalasi listrik maupun abu kebakaran di ruang penyimpanan stok barang. Sisa kabel jaringan listrik dan abu kebakaran bakal diteliti lebih lanjut.

“Belum bisa dipastikan apakah penyebab kebakaran  lantaran hubungan arus pendek listrik atau penyebab lain. Kami menunggu hasil penelitian tim Puslabfor Polda Jateng,” ujar Sarwoko.

Mantan Kapolsek Bulu ini menyampaikan telah memintai keterangan pemilik dan karyawan pabrik mebel. Petugas juga telah memeriksa sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian.

Saat kejadian, bangunan yang terbakar berisi berbagai produk mebel yang hendak dikirim kepada pelanggan. Selain itu, terdapat bahan baku produksi mebel seperti kayu, lem, hingga tiner yang sangat mudah terbakar.

“Informasi yang saya dapat nilai taksiran kerugian material akibat kebakaran pabrik mebel hampir Rp600 juta. Itu termasuk nilai bangunan pabrik mebel yang terbakar.”

Di sisi lain, pemilik pabrik hingga berita ini diturunkan belum dapat dimintai konfirmasi.

Sementara itu, Camat Kartasura, Suyatman, mengungkapkan posko pemadam kebakaran perlu ditambah di wilayah Kartasura. Sebagian wilayah Kartasura merupakan permukiman penduduk. Tak hanya itu, ada beberapa perusahaan atau pabrik baik berskala besar, menengah, hingga kecil.

Padahal, jarak antara wilayah Kartasura dengan posko damkar di Sukoharjo Kota cukup jauh. Mobil damkar membutuhkan waktu lebih dari 30 menit untuk sampai di lokasi kebakaran.