Merapi Masih Ditutup, Pendaki Main Kucing-Kucingan dengan Petugas

Visual kawah Merapi saat kejadian erupsi freatik Senin (21/5/2018) pagi pukul 09.40 WIB dengan tinggi kolom letusan 1200 m arah condong ke barat. (Twitter - @bpptkg)
24 Juli 2018 11:15 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Gunung Merapi masih berstatus waspada menyusul meningkatknya aktivitas salah satu gunung berapi teraktif itu beberapa waktu lalu. Jalur pendakian juga masih ditutup untuk umum sejak 11 Mei 2018.

Meski demikian, selama masa penutupan tersebut diketahui ada enam pendaki yang nekat mendaki gunung tersebut, tiga di antaranya warga negara asing.

Tokopedia

Kepala Resort Selo  pada Balai Taman Nasional Gunung (BNTG) Merapi, Wahid Adi Bowo, mengatakan pendaki tersebut naik pada waktu yang berbeda. Menurutnya, tiga pendaki asal Bengkalis, Muaro Jambi, dan Jakarta naik pada 8 Juli.

Aktivitas pendakian ilegal mereka tertangkap kamera pemantau milik Balai Pengambangan dan Penyelidikan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) yang terpasang di Pasar Bubrah. “Kami mendapat laporan dari BPPTKG bahwa kamera pemantau menangkap ada aktivitas pendaki di pasar bubrah,” ujarnya saat dijumpai di ruang kerjanya, Senin (23/7/2018).

Atas laporan itu, petugas BTNG Merapi kemudian mencegat para pendaki itu saat turun via New Selo kemudian membawa mereka ke balai. “Mereka ini masih mahasiswa dan naik dengan cara menyelinap. Ngakunya tidak tahu ada larangan mendaki,” imbuh Wahid.

Sepekan kemudian atau 15 Juli pendaki lain naik ke Merapi melalui jalur pendakian umum dengan cara menunggu kelengahan petugas. Keberadaan mereka diketahui setelah petugas mencurigai ada sebuah mobil berpelat Yogyakarta (AB) di jalur pendakian bagian bawah.

Polisi hutan (polhut) di BTNG Merapi, Aji Sulistyo, menambahkan setelah menunggu di jalur turun, petugas mendapati ada dua pendaki asing yang langsung melarikan diri begitu melihat petugas. “Dua orang asing kami ajak ke balai tapi mereka tidak mau dan terus berlari meninggalkan kami. Lalu kami menunggu pendaki lainnya yang membawa mobil dan ternyata ada satu orang berkebangsaan Rusia. Dia mau kami bawa ke balai dan kami mintai keterangan,” ujarnya.