Seratusan Karyawan PT RBI Wonogiri Tuntut Gaji dan THR

Para pekerja berkumpul di halaman PT Rojo Busana Indonesia Wonogiri, Pakem, Mlopoharjo, Wuryantoro, Wonogiri, Selasa (24/7 - 2018). (Solopos/Rudi Hartono)
24 Juli 2018 17:15 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Seratusan pekerja  PT Rojo Busana Indonesia (RBI) Wonogiri mendatangi kantor perusahaan tersebut untuk menuntut gaji pokok, upah lembur dua bulan, dan tunjuangan hari raya (THR) Idul Fitri yang belum mereka terima.

Sebelumnya pimpinan perusahaan menjanjikan akan memenuhi semua hak pekerja pada Selasa (24/7/2018) tetapi tak direalisasikan. Perusahaan juga telah meliburkan karyawan dan menghentikan produksi sejak dua pekan lalu.

PT RBI memiliki dua tempat produksi, yakni di Pakem RT 001/RW 001, Mlopoharjo, Wuryantoro, dan Bulusari RT 002/RW 003, Bulusulur, Kecamatan Wonogiri.

Karyawan di Pakem lebih kurang 100 orang, sedangkan di Bulusari 65 orang. Karyawan di dua lokasi melakukan aksi yang sama di dua tempat itu pada waktu bersamaan untuk menyampaikan tuntutan soal gaji dan THR.

Kabid Hubungan Industrial dan Kesejahteraan Pekerja (HI dan Kerja) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) wonogiri, Santoyo, ikut memediasi aksi di Bulusari. Aksi itu berlangsung cepat.

Setelah manajemen perusahaan menanggapi, karyawan pulang. Sementara itu, perwakilan karyawan di Pakem berunding dengan manajemen perusahaan selama lebih kurang satu jam. Polisi mengamankan aksi di dua lokasi itu. Aksi berlangsung lancar tanpa ekses.

Karyawan di Pakem dan Bulusari menghadapi masalah yang sama. Mereka pekerja di level helper, operator, dan anggota staf. Mereka belum menerima gaji pokok bukan Mei dan Juni, upah lembur selama dua bulan tersebut, dan THR Lebaran 2018. Total upah yang belum diterima setiap pekerja rata-rata Rp4 juta.

Salah satu karyawan RBI Bulusari, Suharni, 43, mengatakan gaji pokok dan lembur karyawan pada Mei yang seharusnya dibayarkan 10 Juni diberikan tidak secara penuh. Gaji pokok Rp1,3 juta/bulan, sedangkan upah lembur Rp7.400/jam.

Gaji Mei hanya diterima separuhnya. Gaji pokok dan upah lembur bulan Juni serta THR yang mestinya dibayarkan 10 Juli sama sekali tidak diberikan. THR  tiap pekerja nilainya satu kali gaji pokok.

Setelah kejadian itu ada pertemuan antara perwakilan pekerja, perusahaan, dan Disnaker. Pada pertemuan tersebut manajemen perusahaan menyanggupi membayarkan seluruh hak pekerja pada Selasa.

Namun, pada Senin manajemen perusahaan menyatakan belum dapat membayarkan hak pekerja sesuai kesepakatan awal. Oleh karena itu para pekerja berkumpul di pabrik meminta kejelasan pembayaran gaji.

“Hak saya yang belum dibayarkan lebih kurang Rp4 juta. Bagi saya dan teman-teman uang segitu banyak sekali. Ini saja kami sudah utang banyak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena dua bulan terakhir enggak menerima upah,” kata karyawan asal Banaran, Kelurahan Wonoboyo, Kecamatan Wonogiri, itu didampingi rekan-rekannya.

Anggota staf RBI Pakem, Siti dan Aminah, menyampaikan hal senada. Siti berharap perusahaan menepati janji membayarkan gaji pada 30 Juli mendatang. Gaji tersebut akan digunakannya untuk mengembalikan uang yang dipinjamnya dari teman selama warga Manyaran itu tak mengantongi gaji dua bulan terakhir.

Direktur PT RBI Wonogiri, Nina Wijayanti, sedang di Jakarta saat aksi berlangsung. Saat Solopos.com menghubunginya untuk dimintai konfirmasi, Nina tak mengangkat telepon.

Kepala Produksi RBI Lasmi dan Pengawas RBI Bayu menolak menanggapi saat dimintai konfirmasi. Seusai berunding dengan perwakilan pekerja, kepada para karyawan Lasmi menyampaikan hak mereka akan dibayarkan 30 Juli. Dia meyakini janji itu akan ditepati.

Saat ini pimpinannya sedang mencari pinjaman dana. Terkait apa yang terjadi di internal perusahaan sehingga tak bisa membayarkan gaji, Lasmi enggan menjelaskan.