Kejari Solo Awasi 13 Proyek Pemkot Pakai E-TP4D

Pengendara melintas di Jl. dr. Moewardi sisi barat lokasi proyek pembangunan flyover Manahan Solo, Minggu (29/4 - 2018) siang. (Solopos/Irawan Sapto Adhi)
25 Juli 2018 07:00 WIB Muhammad Ismail Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo meluncurkan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah berbasis elektronik (e-TP4D), Senin (23/7/2018). E-TP4D merupakan hasil inovasi Kejari Solo dalam memberikan kemudahan pelayanan pengawasan proyek fisik dan nonfisik bersumber APBD dan APBN.

“Sekarang warga bisa melihat proyek mana saja yang diberikan pendampingan oleh Kejari Solo melalui aplikasi elektronik. Kami sangat terbuka bagi siapa pun yang mau didampingi untuk pekerjaan proyek fisik dan nonfisik di Solo,” ujar Kepala Kejari Solo, Teguh Subroto, saat ditemui wartawan di sela-sela peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-58 di Kantor Kejari Solo, Senin.

Tokopedia

Ia menjelaskan warga yang mengetahui ada penyimpangan proyek fisik atau nonfisik juga bisa melaporkannya melalui aplikasi e-TP4D. Kejari akan langsung menindaklanjuti laporan di lapangan tanpa harus menunggu lama.

“Kami tahun ini mendampingi 13 proyek fisik  bersumber APBD dan APBN. Nilai proyek yang mendapatkan pendampingan sangat besar,” ujar Teguh.

Proyek itu, lanjut dia, di antaranya pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Semanggi senilai Rp192 miliar APBD 2017. Sementara proyek bersumber APBN Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) 2017 berupa pendampingan atlet National Paralimpic Committee (NPC) senilai Rp130 miliar.

“Proyek pendampingan NPC berupa pengadaan makanan nutrisi dan makanan tambahan bagi atlet serta pengadaan alat hanggar. Pengadaan melibatkan pihak ketiga. Kami tetap melakukan pengawasan dari sisi pembelanjaan barang,” kata dia.

Ia sampai sekarang belum menemukan pelanggaran dari 13 proyek fisik yang didampingi Kejari. Teguh menjelaskan sebenarnya proyek dengan nominal anggaran kecil disinyalir rawan penyelewengan. Namun, proyek itu justru tidak diminta untuk didampingi Kejari.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Solo, Budi Yulistianto, mengatakan e-TP4D sangat membantu Pemkot Solo mengawasi proyek fisik yang dikerjakan pihak ketiga. Selama ini semua proyek bernilai besar selalu dimintakan ke Kejari untuk pendampingan.

“Kami mengimbau kepala dinas yang punya proyek fisik agar meminta pendampingan ke TP4D. Hal tersebut untuk menghindari adanya penyelewengan,” kata dia.