Ingin Layanan Sedot Tinja Terjadwal PDAM Solo? Begini Mekanismenya

Proses penyedotan lumpur tinja oleh rekanan Perumda Air Minum Toya Wening di rumah salah satu warga Mojosongoo, Jebres, Solo, Selasa (24/7 - 2018) siang. (Solopos/Irawan Sapto Adhi)
25 Juli 2018 12:40 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Sugino, 52, tersenyum lebar seketika menyambut kedatangan Direktur Utama (Dirut) Perumda Air Minum Toya Wening, Solo, Maryanto, di gang depan rumahnya, Selasa (24/7/2018) pukul 10.21 WIB.

Kedatangan Maryanto di rumah Sugino saat itu untuk menyaksikan proses penyedotan lumpur tinja oleh petugas dari CV Budhi Mulia Grup. Sugino lantas mempersilakan Maryanto bersama rombongan untuk singgah di rumahnya.

Tokopedia

Namun, Maryanto dan yang lainnya lebih memilih berada di luar karena merasa berkepentingan menyaksikan proses penyedotan lumpur tinja. Sugino merupakan salah satu warga pelanggan layanan sedot lumpur tinja terjadwal atau Lampu Jawa yang baru dijalankan Perumda Air Minum Toya Wening mulai Juli ini.

Selagi petugas sedot tinja  dari pihak swasta tersebut mempersiapkan alat, salah seorang petugas Perumda Air Minum Solo mendekat ke depan rumah Sugino. Petugas tersebut lalu mengambil telepon genggam dan mendekatkannya pada kaca depan rumah Sugino di Kampung Debegan RT 001/RW 009 Kelurahan Mojosongo, Jebres, itu.

Petugas dari Perumda Air Minum tersebut rupanya melakukan scan barcode program Lampu Jawa. Hal itu untuk merekam secara online jadwal pelaksanaan LLTT.

Kabid Limbah Cair Perumda Air Minum Toya Wening, Nanang Pirmono, mengatakan dalam program Lampu Jawa, Perumda Air Minum Toya Wening memanfaatkan teknologi Management Information System (MIS).

Teknologi tersebut membantu Perumda Air Minum untuk mengetahui pelaksanaan berbagai kegiatan dalam program Lampu Jawa mulai dari registrasi pelanggan, penjadwalan, penyedotan, hingga pembuangan ke Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) secara real time.

Sebagai contoh, Perumda Air Minum akan menerima notifikasi (pemberitahuan) otomatis dari MIS untuk kembali menyedot lumpur tinja  di rumah Sugino tiga tahun mendatang pada tanggal yang sama yakni 24 Juli 2021.

Berdasarkan Peraturan Wali (Perwali) Kota Solo No. 8/2016 tentang Pengelolaan Lumpur Tinja dijelaskan setiap rumah teregistrasi akan mendapat layanan penyedotan wajib setiap 2 tahun sampai 5 tahun. Namun pada implementasi program Lampu Jawa, Perumda Air Minum Toya Wening memilih memberikan pelayanan sedot lumpur tinja terjadwal sekali setahun.

Meski septic tank warga belum penuh dalam periode tiga tahun, Perumda Air Minum bakal tetap mengirim petugas untuk menyedot lumpur tinja tersebut. Perumda tidak akan menarik biaya langsung pada saat memberikan pelayanan penyedotan.

Ongkos sedot lumpur tinja ditarik Perumda Air Minum Toya Wening secara periodik per bulan mulai Juli ini. Tarif ditarik bersamaan dengan retribusi air minum bagi para pelanggan.

Tarifnya telah ditentukan berdasarkan Perwali No. 5/2018 tentang Penetapan Tarif Layanan Lumpur Tinja Terjadwal dan Golongan Pelanggan PDAM Kota Solo. Bagi rumah tangga sangat sederhana baik yang subsidi maupun nonsubsidi dikenai tarif layanan sedot tinja Rp5.000/bulan.

Tarif tertinggi dikenakan pada pemilik niaga besar yakni mencapai Rp75.00/bulan. Penyedotan lumpur tinja di rumah warga oleh truk sedot tinja milik Perumda Air Minum Kota Solo dan truk milik pihak swasta yang telah bekerja sama dengan Perumda Air Minum.

Selanjutnya truk layanan tersebut akan memasukkan lumpur tinja yang telah diangkut ke Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Putri Cempo. "Di IPLT, lumpur tinja diolah hingga memiliki baku mutu yang layak untuk dibuang ke aliran sungai,” kata Nanang.

Di Solo ada dua tempat pengolahan lumpur tinja yakni IPLT Putri Cempo dan IPAL Kedung Tungkul.