Tarif Parkir Baru Solo Berlaku 2019

ilustrasi parkir. (Solopos/Dok)
25 Juli 2018 14:15 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Tarif parkir baru Kota Solo akan diberlakukan mulai 2019 mendatang. Tarif baru tersebut melegalkan besaran tarif yang biasa ditarik para juru parkir (jukir) kepada pengguna jasa.

Hal itu dikatakan Kabid Perparkiran Dishub Solo, Moch. Usman, saat diwawancarai Solopos.com, Rabu (25/7/2018). Dia mengatakan Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo telah merespons nota dinas yang dikirim Dishub soal rencana pemberlakuan tarif parkir baru di Kota Solo.

Menurut dia, Wali Kota mendukung rencana Dishub menaikkan tarif parkir kendaraan guna meningkatkan kesejahteraan para jukir. Dishub meyakini peningkatan kesejahteraan para jukir bakal berdampak pada menurunnya potensi pelanggaran pelayanan parkir kepada para pengguna jasa parkir.

Para jukir diharapkan tidak lagi menarik retribusi parkir tidak sesuai ketentuan setelah diberlakukan tarif baru. "Beliau [Wali Kota] sangat mendukung rencana kenaikan tarif parkir. Karena kondisi di lapangan memang butuh seperti itu. Justru dengan kenaikan tarif parkir ini kami legalkan besaran tarif parkir yang diterima jukir. Misalnya, masyarakat telah terbiasa membayar Rp2.000 padahal aturannya Rp1.5000. Ketimbang dianggap ilegal terus kan mending bikin tarif baru,” kata Usman.

Usman menyampaikan seperti yang dipikirkan Dishub, Wali Kota Solo juga menginginkan adanya kajian terlebih dahulu sebelum menetapkan tarif parkir baru. Dishub berencana mengajukan anggaran penyelenggaraan kajian kenaikan tarif parkir pada APBD Perubahan 2018.

Jika usulan anggaran tersebut disetujui, Dishub akan menggandeng akademisi untuk mengkaji kenaikan tarif parkir dengan cara menjaring pendapat masyarakat hingga menghitung intensitas kendaraan yang parkir di setiap kantong parkir.

Jika usulan anggaran disetujui pada APBD Perubahan 2018, Dishub kemungkinan baru menyelesaikan proses kajian kenaikan tarif parkir kendaraan pada akhir tahun ini. Setelah itu tarif parkir  baru mulai berlaku 2019.

“Akan kami usulkan di APBD Perubahan 2018 untuk kegiatan kajian guna menentukan spot-spot mana yang perlu dinaikkan tarif parkirnya,” jelas Usman.

Usman menyampaikan secara garis besar Dishub ingin mengarahkan tarif parkir naik secara sistematis. Artinya, besaran tarif parkir yang berlaku sekarang tinggal dinaikan ke level di atasnya.

Sebagai contoh, lokasi parkir yang masuk tarif parkir zona parkir E diubah menjadi tarif parkir zona parkir D, tarif parkir zona parkir D diubah menjadi tarif parkir zona parkir C, dan seterusnya. Namun, menurut dia, tidak menutup kemungkinan juga tarif parkir zona E diubah langsung menjadi tarif parkir zona C menyesuaikan dengan kondisi di lapangan terutama soal intensitas kendaraan yang parkir di kantong parkir tersebut.

Seorang jukir di Jl. K.S. Tubun, Joko Parmanto, 43, menilai terlalu sedikit jika tarif parkir sepeda motor di Jl. K.S. Tubun yang masuk zona parkir E tetap diberlakukan hanya Rp1.000 dan mobil Rp1.500. Dia berharap besaran tarif parkir tersebut bisa diperbarui dalam waktu dekat.

Joko berpendapat tarif parkir sekarang idealnya minimal Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp3.000 untuk mobil.