Kebakaran Hanguskan Lahan di 3 Lokasi Wonogiri

Ilustrasi pemadaman kebakaran lahan. (Solopos/M. Ferri Setiawan)
25 Juli 2018 15:15 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Tanaman tebu, pohon jati, dan semak belukar di lahan seluas lebih dari 5 hektare (ha) di tiga lokasi Kecamatan Wuryantoro dan Selogiri, Wonogiri, hangus terbakar, Selasa (24/7/2018) petang. Kejadian diketahui dalam rentang waktu dua jam antara lokasi yang satu dengan lokasi lainnya.

Informasi yang dihimpun Solopos.com dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Rabu (25/7/2018), kebakaran melanda lahan tebu lebih kurang 2,5 ha di Lingkungan Wuryantoro Lor, Kelurahan Kelurahan, Kecamatan Wuryantoro, pukul 15.00 WIB.

Kebakaran juga menghanguskan banyak pohon jati, ranting-ranting, dan dedaunan kering di lahan seluas lebih kurang 3 haladang di Dusun Ngembong RT 001/RW 002, Keloran, Selogiri, pukul 17.00 WIB. Sementara di Dusun Ngemplak RT 003/RW 004, Kepatihan, Selogiri, pukul 18.00 WIB, api menghanguskan  tanaman kering di hutan rakyat.

Luasan lahan yang terdampak belum dapat diperkirakan karena lokasi susah dijangkau. Pantauan Solopos.com di lokasi kebakaran di Ngembong, Rabu, abu dedaunan dan kayu terlihat jelas di perbukitan. Lahan yang terdampak panjangnya mencapai ratusan meter.

Lahan yang terbakar di salah satu bagian dekat lima rumah warga. Puluhan warga bersama tim pemadam kebakaran dapat mencegah api menjalar ke permukiman.

Salah satu pemilik rumah dekat lokasi kebakaran, Semiyati, 60, mengaku sangat ketakutan saat api mendekati rumahnya. Dia dan suaminya semakin waswas karena di dekat rumahnya terdapat tumpukan jerami kering.

Dia takut jerami itu terbakar. Tak lama kemudian puluhan warga menuju rumahnya dan langsung menghalau api supaya tak merambat ke pekarangan rumah Semi. Warga menyingkirkan dedaunan dan ranting-ranting kering yang belum terbakar.

Warga siaga di lokasi beberapa jam untuk memastikan api tak merambat ke rumah Semi dan empat rumah warga lainnya. Api padam pukul 19.30 WIB.

“Kemarin [Selasa] saya habis pulang pengajian menjelang Magrib [petang]. Sampai di rumah saya lihat ada api sudah membesar, jaraknya hanya 15 meter dari rumah saya. Saya dan suami saya gemetaran enggak bisa berbuat apa-apa. Untungnya warga segera tahu,” ulas Semi.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Wonogiri, Bambang Haryanto, menduga kebakaran lahan di Ngembong akibat ulah orang yang membakar semak belukar. Api selanjutnya menjalar ke kawasan lain.

Dia mengaku berulang kali memberi sosialisasi bahwa musim kemarau seperti sekarang rawan terjadi kebakaran lahan maupun hunian. BPBD meminta warga tak membakar sampah/semak belukar di pekarangan.

Saat ditanya penyebab kebakaran tanaman tebu di Wuryantoro Lor, Bambang belum mengetahui. Berdasar informasi, api terlihat kali pertama berasal dari tengah lahan. Api dengan cepat membakar dedaunan tebu dalam waktu tak lama. Saat itu tebu tumbuh tinggi, lebih kurang 3 meter.

“Api kali pertama terlihat pukul 15.00 WIB. Lokasinya dekat jalan raya, jadi bisa dijangkau mobil damkar [pemadam kebakaran]. Api bisa dipadamkan pukul 16.30 WIB setelah warga, damkar, polisi, TNI, personel BPBD, aparat kecamatan, dan para sukarelawan ikut turun tangan,” kata Bambang.

Sementara kebakaran di Ngemplak, api awalnya muncul di wilayah Sukoharjo. Api menjalar ke wilayah Ngemplak pukul 18.00 WIB.

Medan hutan sulit dijangkau sehingga warga hanya mengantisipasi agar api tak menjalar ke permukiman. Api padam dengan sendirinya pukul 21.00 WIB.

“Sejak Januari hingga kemarin [Selasa] sudah terjadi enam kebakaran lahan. Ini harus diwaspadai,” tutup Bambang.