Jembatan Tirtonadi Solo Mulai Dibangun, Jl. Popda Ditutup

Jl. Popda, Kelurahan Nusukan, Banjarsari, ditutup sementara untuk proyek Pergantian Jembatan Tirtonadi, Kamis (26/7 - 2018) pagi. (Solopos/Irawan Sapto Adhi)
26 Juli 2018 15:35 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- PT Bima Agung selaku kontraktor proyek Penggantian Jembatan Tirtonadi  Solo terpaksa menutup sementara Jl. Popda untuk keperluan proyek tersebut. Penutupan jalan yang membentang di wilayah Kelurahan Nusukan, Banjarsari, tersebut telah mendapat persetujuan Dinas Perhubungan (Dishub) Solo.

Kabid Lalu Lintas Dishub Solo, Ari Wibowo, mengatakan beberapa waktu lalu PT Bima Agung telah memberi tahu Dishub bakal menutup Jl. Popda guna mendukung pelaksanaan proyek Penggantian Jembatan Tirtonadi. Penutupan jalan di utara aliran Kali Pepe hulu tersebut diajukan untuk tiga hari yakni Kamis-Sabtu (26-28/7/2018).

Dia tak menampik penutupan Jl. Popda tersebut mengakibatkan arus lalu lintas di Jl. Piere Tendean berubah macet. Kendaraan dari arah simpang Komplang otomatis harus melewati Jl. Piere Tendean jika ingin menuju Jembatan Tirtonadi.

"Penutupan jalan ini rencananya hanya diberlakukan selama tiga hari mulai Kamis ini. Kemarin kontraktor sudah telepon dan kirim surat ke Dishub," kata Ari saat dimintai informasi Solopos.com, Kamis siang.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, PT Bima Agung telah memasang rambu petunjuk arah pengalihan arus lalu lintas di mulut Jl. Popda. Rambu petunjuk arah berwarna kuning tersebut dilengkapi juga dengan kalimat permohonan maaf kepada masyarakat karena jalan ditutup untuk mendukung proses pekerjaan jalan.

PT Bima Agung memberi petunjuk kepada para pengendara yang ingin masuk ke Jl. Popda dari simpang utara Jembatan Tirtonadi untuk lurus ke Jl. Piere Tendean. Sementara kendaraan dari arah Banyuanyar dan Jl. Ki Mangun Sarkoro yang ingin ke Jembatan Tirtonadi diarahkan masuk Jl. Adi Soemarmo arah Pasar Nusukan.

"Arus lalu lintas mesti dialihkan terlebih dahulu untuk mendukung proses pembangunan Jembatan Tirtonadi yang baru. Dalam pengaturan rekayasa lalu lintasnya, ada petugas dari Polsek Banjarsari juga yang ikut membantu mengarahkan para pengendara di lokasi," jelas Ari.

Ari membenarkan jika penutupan Jl. Popda otomatis mempengaruhi skema penerapan manejemen rekayasa lalu lintas (MRLL) dalam rangka perbaikan Jl. S. Parman, Kelurahan Gilingan. Pengalihan bus besar yang semestinya lewat Jl. Popda saat pemberlakuan MRLL perbaikan Jl. S. Parman kini tak bisa dilakukan lagi.

Setelah berputar di simpang Joglo, bus mesti diarahkan masuk Jl. Piere Tendean. Bus-bus dari Surabaya, Sragen, hingga Karanganyar tak dimungkiri menjadi penyebab kemacetan di Jl. Piere Tendean.