Kades Ditahan karena Korupsi, Warga Doyong Sragen Demo

Sejumlah warga Desa Doyong, Miri, Sragen, berkumpul di dekat pintu barat Gedung DPRD Sragen, Kamis (26/7 - 2018) pagi. (Solopos/Kurniawan)
26 Juli 2018 18:15 WIB Kurniawan Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Ratusan warga Desa Doyong, Miri, Sragen, mendatangi Kantor DPRD Sragen menuntut penangguhan penahanan Kepala Desa (Kades) Doyong, Sri Widyastuti, oleh Kejari Sragen, Kamis (26/7/2018) pagi.

Pantauan Solopos.com, mereka datang ke Kompleks DPRD Sragen mengendarai beberapa minibus. Di gedung wakil rakyat, beberapa perwakilan pengunjuk rasa diterima jajaran Sekretariat DPRD Sragen.

Tokopedia

Dalam kesempatan itu, perwakilan pengunjuk rasa meminta para legislator mendorong penangguhan penahahan Kades Doyong. Alasannya demi pelayanan di Desa Doyong.

Sejak Kades Doyong  ditahan beberapa hari terakhir, pelayanan publik di Balai Desa Doyong terganggu. Penjelasan tersebut disampaikan Ketua Forum Masyarakat Desa Doyong, Muslih.

"Kami berharap DPRD Sragen bisa membantu untuk menjembatani agar penahanan Kades Doyong ditangguhkan. Dengan pertimbangan itu, aksi kami gelar di Gedung DPRD," ujar dia.

Pelayanan administratif di Balai Desa Doyong tersendat karena tidak ada Kades. Apalagi saat ini jabatan sekretaris desa (sekdes) Doyong juga sedang kosong.

"Permintaan kami agar penahanan Bu Kades ditangguhkan supaya pelayanan warga bisa kembali normal. Warga bisa dilayani dengan baik, bukan bermaksud mengganggu proses hukum," urai dia.

Muslih berharap aspirasi warga Doyong bisa disampaikan kepada pimpinan DPRD dan ditindaklanjuti. Saat unjuk rasa itu tidak ada satu pun legislator yang menerima rombongan mereka.

Kebetulan pekan ini para legislator sedang menggelar reses atau penjaringan aspirasi di daerah pemilihan (dapil) masing-masing. "Kami harap aspirasi kami bisa segera ditindaklanjuti," kata dia.

Sekretaris DPRD Sragen, Joko Saryono, kepada wartawan mengonfirmasi tidak adanya legislator yang menerima rombongan pengunjuk rasa dari Desa Doyong pada Kamis pagi. Akhirnya tim Sekretariat DPRD Sragen yang menerima dan beraudiensi dengan perwakilan warga.

"Yang menjadi aspirasi warga kami catat untuk disampaikan ke pimpinan DPRD," terang Joko.

Kepala Bagian Pemerintahan Desa Setda Sragen, Suharyanto, mengakui hingga Kamis belum ada pejabat yang mengisi posisi yang ditinggalkan Sri Widyastuti karena ditahan Kejari Sragen. Penunjukan pelaksana tugas (Plt) setelah ada surat dari Kejari Sragen.

"Kami masih tunggu surat dari Kejari. Soal pejabat Plt. Kades Doyong nanti diambilkan dari perangkat desa," sambung dia.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen, Tatag Prabawanto, mengakui ada potensi kinerja Pemdes Doyong terganggu dengan ditahannya kades. Padahal agendanya saat ini padat.

Dia mencontohkan agenda pengisian perangkat desa (perdes) tahun ini. Karena kadesnya ditahan Kejari, ada kemungkinan agenda seleksi perdes di Doyong ditunda untuk sementara waktu.