Terkumpul Rp14,5 Juta, Warga Kewalahan Hitung Uang Mbah Legi Klaten

Warga menghitung uang tabungan Mbah Legi di rumahnya, Dukuh Dipan, Desa Troketon, Pedan, Klaten, Mingu (22/7 - 2017). (Istimewa)
26 Juli 2018 14:15 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Uang dalam berbagai macam nilai pecahan yang ditemukan di rumah Legiman yang akrab disapa Mbah Legi  di Dukuh Dipan, Desa Troketon, Kecamatan Pedan, Klaten, Minggu (22/7/2018) lalu, totalnya mencapai Rp14,5 juta.

Warga yang mengumpulkan uang itu dan menghitungnya sampai kewalahan. Padahal jumlah warga yang menghitung juga tak sedikit. Ada sekitar 50 orang yang bersama-sama menghitung uang tersebut.

Setelah terkumpul, uang koin yang tadinya berserakan di berbagai tempat di rumah Mbah Legi  itu ditumpuk di bagian depan rumah sampai menggunung. Warga lalu meneliti dan menghitung uang tersebut. Ada uang pecahan yang saat ini sudah tak berlaku lagi sehingga harus benar-benar teliti saat memilahnya.

Ketua RT 003 Dukuh Dipan, Dwi Wiranto, 41, mengatakan pecahan uang yang disimpan di rumah Mbah Legi beragam. Mulai dari uang kertas Rp100.000 hingga uang logam Rp500.

Ada pula pecahan uang yang kini sudah tak berlaku seperti Rp5, uang logam Rp100 bergambar gunung, uang kertas Rp100 bergambar kapal layar, uang kertas Rp5.000 bergambar Danau Toba.

“Ada yang sudah rusak pula uang-uangnya. Yang rusak itu dikumpulkan dalam dua kantong plastik,” kata Dwi yang akrab disapa Doso saat ditemui di rumahnya, Rabu (25/7/2018) malam.

Warga membutuhkan waktu berjam-jam pada Minggu itu untuk menghitung uang tersebut, dimulai pada pagi hari dan tak kunjung kelar hingga pukul 14.00 WIB. Warga kemudian berhenti dan baru melanjutkan kembali kegiatan menghitung uang Mbah Legi pada pukul 20.00 WIB.

Penghitungan uang Mbah Legi baru kelar pukul 22.30 WIB. Setelah semua dihitung dan dipilah, uang itu dititipkan kepada Ketua RT 003 Dukuh Dipan, Dwi Wiranto. Rencananya uang itu disimpan untuk kebutuhan mendesak Mbah Legi, seperti untuk pengobatan jika Mbah Legi sakit atau jika Mbah Legi meninggal dunia.

Diinformasikan sebelumnya, warga Dukuh Dipan, Desa Troketon, Pedan, dibuat terkejut saat membongkar rumah Mbah Legi pada Minggu pagi. Mereka mendapati rumah pria lanjut usia (lansia) sebatang kara itu penuh dengan uang koin maupun kertas yang berserakan di berbagai tempat di rumah itu.

Mengenai identitas Mbah Legi, tak banyak yang mengetahui baik asal usul  maupun keluarga Mbah Legi.