Solopos Hari Ini: Koalisi Jokowi Serang SBY

Harian Umum Solopos edisi Jumat (27/7 - 2018).
27 Juli 2018 11:30 WIB Ginanjar Saputra Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Partai politik (parpol) pendukung Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019 menyerang balik Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). SBY disebut bawa perasaan atau baper hingga akhirnya gagal ikut bergabung dengan kubu Jokowi.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai apa yang disampaikan SBY sebagai keluhan musiman SBY. "Keluhan musiman Pak SBY tersebut terjadi karena sebagai seorang bapak tentu mengharapkan yang terbaik bagi anaknya, Mas AHY [Agus Harimurti Yudhoyono]. Seluruh pergerakan politik Pak SBY adalah untuk anaknya. Sementara Ibu Megawati jauh lebih luas dari itu. Ibu Mega selalu bicara untuk PDI Perjuangan, untuk Pak Jokowi, untuk rakyat, bangsa dan negara, sementara Pak SBY selalu saja mengeluhkan hubungan itu," kata Hasto, Kamis (26/7/2018).

Tokopedia

Serangan untuk SBY menjelang Pilpres 2019 itu menjadi kabar utama pada Harian Umum Solopos edisi hari ini, Jumat (27/7/2018). Berita tersebut dapat disimak selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Selain itu, ada kisah unik tentang seorang lansia di Kabupaten Klaten yang menyimpan uang receh hingga Rp14,5 juta. Kisah tersebut juga menjadi sorotan utama pada Harian Umum Solopos edisi hari ini, Jumat (27/7/2018).

Mbah Legi dan Rumah Penuh Uang Receh Rp14,5 Juta

Legiman atau yang akrab disapa Mbah Legi duduk seorang diri di bangsal Makam Plosorejo di perbatasan Desa Troketon dan Desa Kalangan, Kecamatan Pedan, Klaten. Mengenakan kaus serta celana lusuh, pria yang diperkirakan berusia 90 tahun itu baru terbangun dari tidurnya beralaskan lantai bangsal yang berdebu saat Solopos mendatanginya, Kamis (26/7/2018) siang.

Penglihatannya mulai menurun lantaran faktor usia. Dia mencoba melihat saat wartawan Solopos mendekat. Ketika disapa, Mbah Legi hanya terdiam dan sesekali tersenyum.

Simak Selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Sementara itu, kabar pembangunan Jembatan Tirtonadi juga menjadi sorotan utama pada halaman Soloraya di Harian Umum Solopos edisi hari ini. Berita terkait ibadah haji 2018 tak kalah menarik untuk dsimak pada halaman Soloraya.

Jl. Popda Ditutup, Awas Macet

Pengguna jalan di Kota Solo harus menambah lagi daftar "waspada macet" setelah Jl. Popda di wilayah Nusukan, Banjarsari, Solo ditutup sementara terkait pembangunan jembatan baru Tirtonadi.

PT Bima Agung selaku kontraktor proyek pembangunan Jembatan Tirtonadi terpaksa menutup sementara Jl. Popda untuk keperluan proyek.

Baca selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Kalah Teknologi, Pesanan Tak Lagi Melimpah

Musim haji tahun ini mulai tak terasa menggairahkan bagi pengrajin pakaian ihram di Kecamatan Tulung dan Polanharjo, Klaten. Pesanan yang dulu menyentuh angka 29.000 set per tahun berkurang menjadi 10.000–12.000 set per tahun. Perubahan itu terjadi setidaknya dalam lima tahun terakhir saat tren emboss atau cetakan timbul di pakaian ihram ramai diminati pemesan.

Pengrajin pakaian ihram di Klaten tak bisa memenuhi pesanan itu lantaran tak punya alat. Emboss yang dicetak di pakaian biasanya bertuliskan "Jamaah Haji Indonesia" dan lainnya. "Dulu, bank-bank pesan ke sini. Sekarang enggak ada. Kami tidak memiliki alat untuk embossnya,” kata pemilik Aditex Bangun Cipta yang juga dikenal dengan produk "handuk ABC," Jarwoto, saat berbincang dengan Solopos di kantornya, Dukuh Wunut, Desa Wunut, Kecamatan Tulung, Kamis (26/7/2018).

Simak secara lengkap di: E-Paper Solopos.