Finalis Putra Putri Solo 2018 Antusias Belajar Berbusana Jawa

Finalis Putra Putri Solo (PPS) 2018 merias wajah saat mengikuti beauty class di Hotel Ibis, Solo, Kamis (26/7 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
27 Juli 2018 19:45 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Para finalis pemilihan Putra Putri Solo (PPS) 2018 mendapatkan pembekalan Ngadi Salira Ngadi Busana, beauty class, hingga sesi pemotretan pada masa orientasi hari kedua di Hotel Ibis Solo, Kamis (26/7/2018).

Berdasarkan pantauan solopos.com, Kamis, 20 finalis PPS 2018 sibuk berlatih menggunakan baju adat Jawa. Sebagian finalis terlihat luwes menggunakan busana Jawa, namun tak sedikit pula yang kerepotan.

“Sedikit sudah. Tadi juga beberapa kali salah,” ungkap salah satu finalis PPS 2018, Muhammad Rizky Ariesto.

Baginya, pembekalan materi menggunakan pakaian Jawa sangat penting. Selain bisa mempraktikkan langsung bagaimana menggunakan pakaian Jawa, sekaligus memberi pemahaman pakaian adat Jawa memiliki filosofi dan nilai budaya tinggi.

“Tidak semua orang bisa menggunakannya. Kalaupun menggunakan pasti ada yang salah, dan dari ini [pembekalan ngadi salira ngadi busana] saya jadi tahu yang benar,” katanya.

Senada disampaikan finalis PPS 2018 lain, Dewi Sekarsari, yang akhirnya memahami dan mengerti bagaimana menggunakan pakaian adat Jawa dengan benar.

“Selama ini salah sih, tapi sekarang jadi tahu mana yang benar,” katanya.

Ketua Panitia Pelaksana PPS 2018 R.Ay. Febri H. Dipokusumo mengaku banyak peserta yang belum paham bagaimana menggunakan pakaian adat Jawa.

Mereka juga belum terbiasa dengan menggunakannya.

“Jadi ada [finalis] yang pasang jaritnya ketinggian, kependekan, dan lainnya. Mereka yang tidak terbiasa lalu minta bantuan panitia atau finalis lain,” katanya.

Dalam sesi ini, para peserta pemilihan Putra Putri Solo 2018 yang berasal dari beragam kalangan anak muda ini tidak sekadar mengetahui cara menggunakan pakaian Jawa secara baik dan benar, namun harus mengerti makna dibalik filosofi busana yang mereka gunakan.

Sebab mereka yang terpilih harus mengetahui jenis jarik yang digunakan, maupun maknanya.

“Jangan sampai ketika ditanya cuma senyam-senyum saja,” katan Febri H. Dipokusumo.

Para finalis PPS 2018, menurut Febri, dituntut tidak hanya ganteng dan cantik melainkan mereka harus memiliki keterampilan, potensi, sikap serta mampu menjadi duta wisata bagi Kota Solo.