Bakul Susu Keliling dan Sinden Ikut Nyaleg di Sragen

Ilustrasi caleg. (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
27 Juli 2018 19:15 WIB Kurniawan Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Pemilu Legislatif 2019 berhasil menarik perhatian berbagai kalangan masyarakat untuk berpartisipasi sebagai calon anggota legislatif (caleg).

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Jumat (27/7/2018), para caleg yang akan bertarung tahun depan berasal dari berbagai latar belakang pekerjaan, seperti pedagang keliling susu kedelai (sule), eks birokrat (aparatur sipil negara), mantan kepala daerah, kepala desa (kades), hingga sinden.

Mereka mengaku merasa terpanggil untuk menjajal peruntungan di Pemilu Legislatif 2019 karena ingin mengabdikan tenaga dan pikiran untuk masyarakat. Seperti disampaikan pedagang susu kedelai bernama Sri Wahyuni yang maju dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Sragen.

Perempuan yang sudah belasan tahun menjadi pedagang keliling susu kedelai itu merasa terpanggil menjadi caleg. "Saya ingin ikut membangun Sragen, meningkatkan kesejahteraan warga terutama di Kecamatan Gondang, Sambungmacan, dan Sambirejo," ujar dia.

Caleg dari PDIP yang pernah menjadi TKI selama delapan tahun tersebut berharap bisa terpilih menjadi legislator sehingga bisa memberikan kontribusi positif bagi warga Sragen. Selain Yuni Sule, ada nama Setiyo Rini, pesinden yang sudah malang melintang di Sragen.

Perempuan asal Magetan, Jatim, yang belakangan tinggal di Kota Solo itu nyaleg untuk DPR di Dapil IV Jateng yang meliputi Sragen, Karanganyar, dan Wonogiri. Kepada Solopos.com, dia mengaku ingin menyumbangkan pemikirannya untuk kemajuan kesenian dan budaya.

"Saya ingin berkontribusi nyata dalam upaya melestarikan budaya dan adat istiadat kita, terutama di Jawa. Alasan yang paling mendasar bagi saya [nyaleg] ya itu," aku dia.

Keinginan Rini tersebut bersambut dengan kedatangan Partai Demokrat yang melamarnya menjadi caleg. Ketua DPC Partai Demokrat Sragen, Budiono Rahmadi, mengatakan kiprah Rini sebagai sinden di Sragen dan Karanganyar sudah tidak diragukan lagi.

"Kalau di musik koplo ada nama Via Vallen, di dunia sinden lokal ada nama Setiyo Rini," terang dia, Jumat.

Pemilu 2019 juga menarik minat eks birokrat Sragen yang juga psikolog kondang, Dewi Novita Kurniawati. Perempuan berkerudung itu menjadi caleg Partai Gerindra untuk DPR di Dapil IV Jateng yang meliputi Sragen, Karanganyar, dan Wonogiri.

Dia menolak anggapan yang menilai dirinya keluar dari ASN karena ingin nyaleg. "Saya memproses pengunduran diri dari birokrasi sejak tahun lalu. Sedangkan saya menjadi caleg Partai Gerindra baru-baru ini," papar perempuan yang masa pensiunnya sebagai ASN sebenarnya masih 21 tahun lagi.

Nama mantan Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman masih menjual sebagai caleg DPR di Dapil IV Jateng. Agus yang pernah menjabat sebagai Wabup Sragen selama dua periode digadang-gadang menjadi putra asli Sragen yang bakal lolos ke Senayan. Agus menjadikan Partai Golkar sebagai kendaraan politiknya untuk mencapai tujuan itu.

Selama ini belum ada putra Sragen yang berhasil menjadi legislator di Senayan. Informasi yang diperoleh Solopos.com, Agus mendapat nomor urut dua. Untuk menguatkan posisi Agus, delapan caleg petahana DPRD Sragen juga menggunakan nomor urut dua.