Sunday Market Manahan Siap-Siap Libur September 2018

Suasana Sunday Market Manahan Solo. (Solopos/Dok)
28 Juli 2018 10:15 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo menyatakan proyek Renovasi dan Pengembangan Stadion Manahan bakal dimulai pada September mendatang.

Rudy menyebut segala aktivitas di dalam dan luar Stadion Manahan akan diliburkan seiring dengan pelaksanaan proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tersebut, tidak terkecuali Sunday Market.

Dispora telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang Batas Akhir Izin Sewa/Pengguna Tempat/Lahan di Lingkungan GOR & Stadion Manahan. Mulai 1 Juni 2018 lalu ruangan di Stadion Manahan sudah harus dikosongkan atau tidak ada kegiatan apapun guna mendukung pembongkaran dan pembangunan fisik stadion.

"Kalau sudah kena pager proyek ya enggak boleh kegiatan di dalam atau di luar [Stadion Manahan], termasuk Sunday Market," kata Rudy saat ditemui Solopos.com di Rumah Dinas Loji Gandrung, Jumat (27/7/2018) sore.

Rudy menyampaikan Pemkot tak akan mencarikan tempat pengganti bagi PKL setelah meliburkan kegiatan Sunday Market di Gelora Manahan. Namun, dia mempersilakan PKL Sunday Market pindah berjualan di area car free day (CFD) Jl. Slamet Riyadi maupun Jl. Ir. Juanda asal mau mengikuti peraturan.

PKL hanya boleh berjualan di tempat yang kosong atau belum ditempati PKL lama. Selain itu, PKL harus bubar ketika sudah memasuki pukul 09.00 WIB. PKL Sunday Market akan ditertibkan PKL jika nekat berjualan hingga siang seperti saat menggelar lapak di Gelora Manahan.

"Kalau [Sunday Market] libur, ya PKL harus berhenti dulu. Kalau nekat berjualan sembarangan, Satpol PP akan menertibkan mereka. Kami enggan pusing-pusing. Silakan saja jualan di CFD asal jam 09.00 WIB kudu kukut," jelas Rudy.

Disinggung soal konsep renovasi dan pengembangan Stadion Manahan, Rudy membocorkan, antara lain akan menyasar atap, bangku, rumput, drainase, dan lanskap. Dia membeberkan atap Stadion Manahan yang sekarang akan dibongkar dan diganti dengan yang baru. Pembangunan atap baru bahkan akan menyasar semua bagian tribun penonton. Bangku penonton bakal difasilitasi dengan sarana single seat atau kursi tunggal. Hal itu dilakukan agar Stadion Manahan memenuhi syarat sebagai stadion berstandar internasional.

"Masyarakat jangan merasa dikurangi bangkunya. Di situ nanti mau duduk atau mau berdiri sama saja. Di Rusia, Stadion yang jumlah penontonya 21.000 juga ada. Kalau mau dikembangkan gini, Pasopati umpamanya mau berdiri jingkrak-jingkrak tidak masalah karena lebih kuat. Selain bangku dan atap, nanti yang diubah ada rumput, drainase, dan lanskap," terang Rudy.