Puluhan Warung di Pantai Paranggupito Wonogiri Rusak Akibat Ombak 10 Meter

Gelombang tinggi di Pantai Sembukan berkisar 3 meter mengenai karang pada Sabtu (28/7 - 2018). (Antara / Ichsan Kholif Rahman)
28 Juli 2018 21:32 WIB Ichsan Kholif Rahman Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRIPantai selatan dalam beberapa waktu terakhir tak bersahabat. Akibatnya, puluhan warung di Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri, mengalami kerusakan akibat tersapu gelombang tinggi. Akibatnya, beberapa pemilik warung beralih pekerjaan untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Berdasarkan pantauan Solopos.com di Pantai Sembukan, Kecamatan Paranggupito, Wonogiri, pada Sabtu (28/7/2018) pagi, ketinggian ombak berkisar 3 meter. Hantaman ombak yang menerpa karang mencapai ketinggian berkisar 10 meter. Tak tampak pengunjung yang berwisata di pantai selatan Wonogiri tersebut.

Pengelola Pantai Sembukan, Tulatno, saat ditemui Solopos.com di lokasi, mengatakan puncak ombak terjadi pada Rabu (25/7/2018). Ombak tinggi tersebut disertai dengan angin yang cukup kencang hingga menimbulkan suara gemuruh dan menimbulkan getaran pada kaca bangunan sekitar.

“Terdapat satu warung yang rusak di bawah dekat dengan bibir pantai, beruntung lokasi Pantai Sembukan cukup tinggi sehingga kerusakan tidak terlalu banyak. Ketinggian air saat itu sangat tinggi, mungkin 30 meter ada namun cukup jauh dengan warung-warung, beberapa lokasi jalan rabat rusak, perbukitan di sekitar pantai hampir terendam air saat itu,” ujarnya.

Menurutnya, akibat gelombang tinggi pengunjung ke Pantai Sembukan menurun drastis. Rata-rata saat akhir pekan pengunjung dapat mencapai 200 orang pada hari biasa berkisar puluhan orang. Setelah ramainya pemberitaan mengenai gelombang tinggi, pada pekan lalu saat hari biasa hanya dua orang bahkan tidak ada pengunjung. Saat ini ombak mulai berangsur menurun, untuk berwisata sekedar melihat panorama alam, Pantai Sembukan sangat aman.

Ia menambahkan, warga sekitar Pantai Sembukan tidak ada yang pekerjaannya melaut. Menurutnya, ombak di pantai selatan bagian Wonogiri terlalu besar. Hanya nelayan yang mencari ikan saat surut atau memancing pada sore hari dengan alat sederhana. Pada pekan ini warga tidak ada yang beraktivitas di laut melainkan hanya mencari rumput untuk ternaknya atau membuat gula jawa.

Sementara, sebelah Pantai Sembukan, Pantai Klotok, terdapat beberapa bagian anak tangga untuk turun ke bibir pantai mengalami kerusakan. Menurut salah satu warga Desa Kranding, Tagimin, kerusakan pembatas tangga berupa tembok disebabkan akibat ombak yang besar. Kerusakan tersebut terjadi pada Jumat (27/7/2018) sore.

Sedangkan di Pantai Nampu, 10 warung rusak akibat gelombang tinggi pekan ini. Pantauan Solopos.com, hanya beberapa warung yang buka, warung tersebut berada pada tempat yang jauh dari bibir pantai. Pada Sabtu (28/7/2018) ombak yang terjadi tidak begitu tinggi dibandingkan Pantai Sembukan.

Gelombang tinggi di pantai masih berkisar 2 meter, tampak terdapat beberapa pengunjung yang bermain pasir. Sementara, puluhan pengunjung lainnya hanya menikmati panorama alam di warung-warung yang berada di dataran tinggi.