Tampil Beda, Finalis Putra Putri Solo 2018 Unjuk Bakat di Mal

Finalis Putra Putri Solo (PPS) 2018 mendengarkan pemaparan Pandapotan Rambe (Bang Potan) terkait public speaking untuk menarik wisatawan di Hotel Paragon Solo, Sabtu (28/7 - 2018). (Solopos/Ivan Andimuhtarom)
29 Juli 2018 07:00 WIB Ivan Andimuhtarom Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Finalis Putra-putri Solo (PPS) 2018 menunjukkan bakat seni mereka kepada masyarakat umum di Atrium Paragon Mall Solo, Sabtu (28/7/2018) malam. Kegiatan bertajuk Unjuk Bakat tersebut menjadi salah satu pembeda dengan kegiatan PPS tahun-tahun sebelumnya.

Pada tahun sebelumnya, unjuk bakat dilaksanakan saat malam grand final di depan Balai Kota Solo. Tahun ini penyelenggara menempatkan sesi tersebut berlainan waktu dengan acara grand final.

Koordinator Pembekalan PPS 2018, Andini Monifilia Utomo, 22, mengatakan para peserta antusias menghadapi acara Unjuk Bakat di Paragon Mall. Mahasiswa tingkat akhir di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) tersebut mengatakan para finalis terbagi dalam 10 kelompok.

Masing-masing kelompok menampilkan bakat terbaik mereka di hadapan pengunjung mal dan para juri. Perempuan yang akrab disapa Fea itu menjelaskan para finalis menampilkan tari tradisional, tari kontemporer, vokal, bela diri, geguritan, dan monolog.

“Biasanya, setelah pembekalan, para finalis latihan dulu. Mereka wajib menulis di buku diary. Saya membaca, ada yang cerita kalau dia pulang ke rumah pukul 02.00 WIB. Tapi ia tak mengeluh. Saat upacara pembukaan tiap pagi, saya tanya, mereka jawab mereka senang karena mendapat hal yang baru selama pembekalan PPS 2018 ini,” tutur Putri Solo Favorit 2016 tersebut saat ditemui solopos.com, Sabtu siang.

Acara Unjuk Bakat menghadirkan tiga anggota dewan juri, yaitu Bambang Nugroho (Ketua KNPI Solo), Irawati Kusumorasri (Putri Solo I 1986), dan Irianto (Putra Solo). 

Sementara itu, pada Sabtu pagi hingga sore, para finalis PPS 2018 mendapat pembekalan tentang public speaking, khususnya untuk mengajak orang berwisata ke Kota Solo. Sesi pertama diampu tim English First (EF) yaitu Rini Driatmeka Suralosih. Putri Solo III 2005 itu menyampaikan English For Tourism, khususnya grammar.

Finalis mendapat materi tata cara berbicara di depan umum oleh Albertus A. Yuwono pada sesi kedua materi public speaking. Pemateri mengasah kemampuan para finalis agar dapat mempromosikan wisata dan kebudayaan di Kota Solo.

Sementara itu, pada sesi ketiga yang diisi oleh Pandapotan Rambe atau dikenal dengan panggilan Bang Potan, para finalis diajari trik dan tips agar mampu mengajak wisatawan berkunjung ke Solo.

“Bagaimana cara menjual kota Solo, mental harus kuat. Kuat itu jangan minder. Kalian harus rajin membaca. Kalau enggak mau membaca, kamu enggak maju,” kata dia.