Solopos Hari Ini: Parpol Masih Prokorupsi

Harian Umum Solopos edisi Minggu (29/7 - 2018).
29 Juli 2018 10:35 WIB Ginanjar Saputra Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Partai politik (parpol) peserta Pemilu 2019 dianggap tidak punya komitmen memberantas korupsi karena masih mendaftarkan mantan napi kasus korupsi sebagai kandidat calon anggota legislatif (caleg).

Padahal PKPU Nomor 20/2018 sudah mengatur tegas syarat pencalonan anggota legislatif. "Dibilang mengherankan karena pengusungan mantan napi kasus korupsi itu dilakukan oleh parpol di tengah upaya serius KPU yang mendapat banyak dukungan publik untuk melarang mantan napi kasus korupsi diajukan sebagai kandidat caleg," ucap Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Lucius Karus, Sabtu (28/7/2018).

Kabar tentang anggapan terhadap parpol yang dianggap prokorupsi itu menjadi berita utama pada Harian Umum Solopos edisi hari ini, Minggu (29/7/2018). Berita tersebut dapat disimak secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Selain itu, masih banyak kabar menarik yang dapat disimak di Harian Umum Solopos  edisi hari ini. Acara Klaten Lurik Carnival juga menjadi sorotan utama pada Harian Umum Solopos edisi hari ini.

Berharap Lurik Go International

Riuh tepuk tangan penonton terdengar ketika seorang penari menampilkan sosok Roro Jonggrang berputar dikelilingi penari pengiring yang menggerak-gerakkan kain merah dengan bagian bawah dihiasi kain lurik bergaris putih dan hitam.

Motif lurik juga menghiasi miniatur candi yang tertempel pada kostumnya saat melintasi Jl. Pemuda, Kecamatan Klaten Tengah, Klaten, Sabtu (28/7/2018). Para penari yang merupakan kontingen Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, itu mengisahkan legenda Roro Jonggrang hingga terciptanya Candi Prambanan.

Baca selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Harian Umum Solopos edisi hari ini, Minggu (29/7/2018), juga menampilkan kabar tentang hiburan dan mode.

Dian Sastro Rebus Cincin Kawin

Di balik penampilannya yang bersahaja, aktris Dian Sastrowardoyo merupakan penggemar perhiasan antik. Istri pengusaha Maulana Indraguna Sutowo ini memiliki koleksi perhiasan dari tahun 1800an.

"Aku koleksi value, enggak cuma desain. Aku suka bayangin ini pernah dipakai sama orang di tahun 1800-an. Itu nilai sejarah dan enggak bisa didapatin dengan beli perhiasan baru," papar Dian Sastro di Jakarta, Jumat (27/7/2018).

Dengan segudang kesibukannya menjalankan peran di panggung hiburan sekaligus ibu dua anak, Dian Sastro mengaku punya kendala merawat perhiasannya agar tetap berkilau terutama cincin kawin yang dipakai sehari-hari.

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Romansa Jaka Tarub dan Nawangwulan di Benua Biru

Desainer fashion Joko SSP belum lama ini mendapat kesempatan untuk tampil di panggung Asian Festival 2018 di Borisova Garden, Sofia, Bulgaria. Sosok yang juga salah satu perintis Sanggar Tari Soerya Soemirat bersama mendiang Gusti Pangeran Haryo (GPH) Herwasto Kusumo ini menampilkan peragaan busana dengan bungkus koreografi dan musik kreasinya.

Sebagai delegasi seni mewakili Indonesia, Joko mengusung folklor sepenggal romansa Jaka Tarub dan Nawangwulan. Dalam pertunjukan berdurasi 25 menit itu, dia menampilkan fragmen kisah cinta Jaka Tarub yang terpesona dengan kecantikan bidadari saat mereka tengah mandi di telaga.

Baca secara lengkap di: E-Paper Solopos.